Selasa, 07 April 2009

PELAJARAN BERHARGA

. Pelajaran Penting ke-1
>
> Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor
> memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua
> kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai
> pada
> soal yang terakhir.
>
> Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita
> menjadi petugas pembersih sekolah ?.
>
> Saya yakin soal ini cuma 'bercanda'. Saya sering
> melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar 50-an,
> tapi
> bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian
> saya,
> tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai,
> seorang
> rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan
> 'dihitung' atau tidak.
>
> 'Tentu Saja Dihitung !!' kata si Profesor.
>
> 'Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak
> orang. Semuanya penting!.
>
> Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma
> dengan sepotong senyuman, atau sekilas 'hallo'!
>
> Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa
> nama depan ibu pembersih sekolah adalah 'Dorothy'.
>
>
> 2. Pelajaran Penting ke-2 Penumpang yang Kehujanan
>
> Malam itu , pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita
> negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama .
>
> Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras,
> yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan
> perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
>
> Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap
> mobil yang lewat.
> Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia
> berhenti untuk menolong ibu ini.
>
>
>
> Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis
> tahun 1960-an, yaitu pada saat itu.
>
> Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga
> suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini
> taksi.
>
> Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya
> tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih
> pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini
> diketuk Seseorang.
>
> Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah
> televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya.
>
> Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : 'Terima
> kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan
> tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku.
>
> Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena
> pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang
> sekarat...hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan
> tidak mementingkan dirimu pada saat itu' Tertanda Ny.Nat King Cole.
>
> Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn.
> 60-an di USA
>
>
> 3. Pelajaran penting ke-3 :Selalulah perhatikan dan ingat,
> pada semua yang anda layani.

>
> Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah,
> seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan
> duduk di meja.
>
> Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air
> putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya 'Berapa ya,... harga satu
> ice cream sundae?'
>
> katanya. '50 sen...' balas si pelayan. Si anak
> kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin
> di
> kantongnya.. ..
>
> 'Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?'
> katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain
> sudah mulai
> banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. '35 sen' kata si pelayan
> sambil
> uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin
> yang tadi dikantongnya. 'Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja
> ya...'ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream
> tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos
> berjalan.
>
>>Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.
>
> Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan
> meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu.
>
> Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 4
> buah koin 10-sen dan 10 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini
> tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk
> memberi
> sang pelayan uang tip yang 'layak'..... .
>
>
> 4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita
>
> Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang
> menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut
> kemudian
> bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari
> jalan.
>
> Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba
> ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang
> datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan
> dari
> rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan
> menyingkirkan batu itu.
>
> Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak
> sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan
> dahulu , dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan.
>
> Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia
> berhasil menyingkirkan batu besar itu.
>
> Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya,
> ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan
> surat
> Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau
> menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
>
> Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak
> pernah bisa mengerti.
>
> Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan
> yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
>
>
> 5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.
>

> Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang
> bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil
> yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat
> jarang.
>
> Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria
> kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang
> sama.
> Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu..
> Dokter
> kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak
> kecil
> ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak
> perempuannya.
>
> Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum
> mengambil nafas panjang dan berkata 'Baiklah... Saya akan melakukan hal
> tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku'. Mengikuti proses
> tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya.
> Wajah
> sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya
> menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang
> bergetar...katanya 'Apakah saya akan langsung mati dokter...?'Rupanya si
> kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus
> menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
>
>
>
> Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya... .
>
>
> * Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang,
>
> * Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,
>
> * Menari & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.
>
>
>
> ... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT
> INDAHNYA BINTANG...
>