Minggu, 06 Januari 2013
Andaikata Aku Bisa Memberi Lebih Banyak Lagi...
Andaikata Aku Bisa
Memberi Lebih Banyak Lagi...
Seperti yang telah biasa dilakukan ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia, maka Rasulullah SAW mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.
Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”. Istrinya almarhum menjawab, “Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal”. “Apa yang dikatakannya?”. “Saya tidak tahu, ya Rasulullah SAW, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah rintihan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.” “Bagaimana bunyinya?” desak Rasulullah SAW. Istri yang setia itu menjawab, “Suami saya mengatakan “Andaikata lebih jauh lagi…andaikata yang masih baru…..andaikata semuanya….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?” Rasulullah SAW tersenyum “sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru”.
Kisahnya begini. Pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata “Andaikan lebih jauh lagi”. Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih jauh lagi, pasti pahalanya lebih besar pula.
Ucapan lainnya ya Rasulullah SAW?” tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab, “Adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Andaikata yang masih baru kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”. Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.
Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rasulullah SAW?” tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan, “Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan menghembuskan nafasnya, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.
Begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga menimpa kita sendiri. “Kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.” (TQS.Al Isra’: 7)
“(Orang2 munafik itu), yaitu orang2 yg mencela orang2 mukmin yg memberi sedekah dgn sukarela dan mencela orang2 yg tidak memperoleh (untk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang2 MUNAFIK itu menghina mereka.Alloh akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka AZAB yang pedih, “
(TQS.At-taubah :79)
Senin, 28 Maret 2011
MENCINTAI TANAH AIR INDONESIA ...

Di negeri tercinta kita sangat banyak sekali komunitas atau perkumpulan yang dibangun dengan berbagai macam tujuan, mulai dari komunitas bisnis, hoby, motivasi, penjualan, dll
Ada beberapa nama komunitas atau perkumpulan yang terbersit di otak saya seperti Tangan Di Atas, YEA, EU, IYE, PU, IBF, IIBF, HIPMI, KADIN, #beliindonesia, Blogger Bekasi, Anging mamiri, tugu pahlawan, kompasiana Bike to Work dan ribuan lainnya yang tersebar di seluruh pelosok negeri
Saya teringat peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28-Oktober. Dimana pada saat itu semua perkumpulan/jong yang tersebar di seluruh Indonesia menyerukan 1 satu suara yang sama yaitu MENCINTAI TANAH AIR INDONESIA dan MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA
Setelah deklarasi tersebut, lalu bagaikan bola salju kecintaan kepada negeri ini sedikit demi sedikit mulai merasuk kedalam jiwa sanubari bangsa Indonesia yang akhirnya berujung kepada kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17-agustus-1945
Jika saja kita semua, para penggiat komunitas/perkumpulan melakukan hal yang sama, meneriakkan kecintaan kepada negeri ini maka yang dinamakan penjajahan ekonomi akan bisa segera hilang dari bumi pertiwi
Melakukan langkah kecil dengan membeli produk buatan Indonesia dari kawan-kawan sekeliling kita dan kita lakukan secara terus menerus secara bersama-sama maka perekonomian Indonesia akan bisa Debt Free seperti yang selalu diteriakkan oleh bp Heppy Trenggono
Saya teringat sebuah kata-kata bijak dari Mahatma Gandhi (tolong koreksi kalau salah) yang sangat pas untuk menterjemahkan gerakan Cinta Indonesia
your believe -> your thoughts -> your words -> your actions -> your habbits -> your values -> your destiny (mahatma gandhi)
www.epositif.blogspot.com
Minggu, 06 Maret 2011
Mulailah, jangan menunggu ...
Jangan menuntut pasangan anda untuk memahami anda, tetapi mulailah dari anda untuk memahami perasaan dan keinginan pasangan anda. Jangan menuntut pasangan anda untuk melakukan sesuatu yang terbaik bagi anda, tetapi mulailah dari diri anda dengan melakukan hal-hal yang terbaik untuk pasangan anda. Saling menuntut hanya berujung kepada kekecewaan, namun saling memberi akan berdampak menyenangkan diri dan pasangan anda.
Ketika melihat ada sesuatu yang tidak pada tempatnya dilakukan oleh pasangan anda dan anda tidak berkenan dengan perbuatan tersebut, mulailah dengan interospeksi diri sendiri. Adakah kesalahan atau ketidakbaikan yang anda lakukan selama ini sebagai sebuah investasi sehingga pasangan andapun melakukan hal yang sama ? Setelah itu sampaikanlah perasaan tersebut secara baik kepada pasangan anda, dan berhati-hatilah dalam menyampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Jika anda ingin dibantu oleh isteri anda menyelesaikan beberapa pekerjaan, mulailah dengan membantu pekerjaan isteri anda. Jika anda terbiasa membantu pekerjaan isteri, maka isteripun akan dengan sangat ringan dan bergembira membantu beberapa pekerjaan anda tanpa diminta. Namun jika anda bergaya juragan yang hanya mengenal kata perintah, maka kalaupun isteri mengerjakan perintah anda akan tetapi dengan perasaan yang lebih berat karena anda menempatkannya pada posisi pembantu.
Jika ingin isteri anda bersikap mesra dan romantis terhadap anda, maka mulailah dengan berlaku romantis kepada isteri anda. Perhatikan bagaimana Rasulullah saw mengajarkan pergaulan yang romantis dengan isteri beliau, A’isyah ra. Dari A’isyah, ia berkata :
“Rasulullah saw pernah mambawa segelas minuman, lalu saya minum padahal saya dalam keadaan haidh. Kemudian beliau minum dan meletakkan bibir beliau pada bekas bibir saya. Saya pernah makan daging dari sebuah tulang, kemudian beliau makan daging itu, dan meletakkan mulutnya pada bekas mulut saya itu” (riwayat Muslim, Ahmad dan yang lainnya).
Perhatikan bagaimana Rasul mulia saw membawa segelas minuman –ingatlah : Rasul saw yang membawa minuman— dan A’isyah meminumnya. Kita melihat Rasul saw memulai melakukan kebaikan bagi isterinya. Setelah A’isyah selesai minum, maka beliau saw minum dari gelas yang sama, dengan posisi bibir beliau ditempatkan pada bekas bibir A’isyah di gelas itu. Demikian juga ketika beliau menggigit daging yang melekat di tulang, beliau tepatkan gigitan pada tempat bekas gigitan A’isyah di tulang tersebut.
Luar biasa contoh perilaku Nabi saw, manusia paripurna dan contoh sempurna dalam seluruh aspek kebaikan. Tampak beliau melayani isterinya dengan mengambilkan air minum dalam gelas. Mereka berdua minum satu gelas berdua. Makan daging bersama, dan mengambil dari tulang yang sama. Ini adalah contoh perbuatan-perbuatan yang bisa jadi dianggap ringan dan sepele di mata manusia pada umumnya, akan tetapi memiliki pengaruh dan kontribusi yang besar terhadap kehidupan rumah tangga.
Sikap romantis Nabi saw ini maujud dalam aplikasi. Beliaulah yang mencontohkan terlebih dahulu. Nabi saw tidak berharap A’isyah yang akan memberikan contoh perilaku romantis, akan tetapi beliaulah yang mengambil inisiatif melakukan terlebih dahulu.
Sangat bagus apabila suami dan isteri bersama-sama memiliki kesadaran untuk memulai kebaikan dari dirinya. Dengan demikian suasana yang tercipta adalah berlomba menunaikan kewajiban, memberikan bantuan kepada pasangan, dan menciptakan kebersamaan yang hangat. Bukan suasana menuntut hak, menunggu kreativitas dari pasangan, dan berharap orang lain memberikan sesuatu kebaikan kepada dirinya.
Mulailah melakukan kebaikan, jangan menunggu……
Ketika melihat ada sesuatu yang tidak pada tempatnya dilakukan oleh pasangan anda dan anda tidak berkenan dengan perbuatan tersebut, mulailah dengan interospeksi diri sendiri. Adakah kesalahan atau ketidakbaikan yang anda lakukan selama ini sebagai sebuah investasi sehingga pasangan andapun melakukan hal yang sama ? Setelah itu sampaikanlah perasaan tersebut secara baik kepada pasangan anda, dan berhati-hatilah dalam menyampaikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Jika anda ingin dibantu oleh isteri anda menyelesaikan beberapa pekerjaan, mulailah dengan membantu pekerjaan isteri anda. Jika anda terbiasa membantu pekerjaan isteri, maka isteripun akan dengan sangat ringan dan bergembira membantu beberapa pekerjaan anda tanpa diminta. Namun jika anda bergaya juragan yang hanya mengenal kata perintah, maka kalaupun isteri mengerjakan perintah anda akan tetapi dengan perasaan yang lebih berat karena anda menempatkannya pada posisi pembantu.
Jika ingin isteri anda bersikap mesra dan romantis terhadap anda, maka mulailah dengan berlaku romantis kepada isteri anda. Perhatikan bagaimana Rasulullah saw mengajarkan pergaulan yang romantis dengan isteri beliau, A’isyah ra. Dari A’isyah, ia berkata :
“Rasulullah saw pernah mambawa segelas minuman, lalu saya minum padahal saya dalam keadaan haidh. Kemudian beliau minum dan meletakkan bibir beliau pada bekas bibir saya. Saya pernah makan daging dari sebuah tulang, kemudian beliau makan daging itu, dan meletakkan mulutnya pada bekas mulut saya itu” (riwayat Muslim, Ahmad dan yang lainnya).
Perhatikan bagaimana Rasul mulia saw membawa segelas minuman –ingatlah : Rasul saw yang membawa minuman— dan A’isyah meminumnya. Kita melihat Rasul saw memulai melakukan kebaikan bagi isterinya. Setelah A’isyah selesai minum, maka beliau saw minum dari gelas yang sama, dengan posisi bibir beliau ditempatkan pada bekas bibir A’isyah di gelas itu. Demikian juga ketika beliau menggigit daging yang melekat di tulang, beliau tepatkan gigitan pada tempat bekas gigitan A’isyah di tulang tersebut.
Luar biasa contoh perilaku Nabi saw, manusia paripurna dan contoh sempurna dalam seluruh aspek kebaikan. Tampak beliau melayani isterinya dengan mengambilkan air minum dalam gelas. Mereka berdua minum satu gelas berdua. Makan daging bersama, dan mengambil dari tulang yang sama. Ini adalah contoh perbuatan-perbuatan yang bisa jadi dianggap ringan dan sepele di mata manusia pada umumnya, akan tetapi memiliki pengaruh dan kontribusi yang besar terhadap kehidupan rumah tangga.
Sikap romantis Nabi saw ini maujud dalam aplikasi. Beliaulah yang mencontohkan terlebih dahulu. Nabi saw tidak berharap A’isyah yang akan memberikan contoh perilaku romantis, akan tetapi beliaulah yang mengambil inisiatif melakukan terlebih dahulu.
Sangat bagus apabila suami dan isteri bersama-sama memiliki kesadaran untuk memulai kebaikan dari dirinya. Dengan demikian suasana yang tercipta adalah berlomba menunaikan kewajiban, memberikan bantuan kepada pasangan, dan menciptakan kebersamaan yang hangat. Bukan suasana menuntut hak, menunggu kreativitas dari pasangan, dan berharap orang lain memberikan sesuatu kebaikan kepada dirinya.
Mulailah melakukan kebaikan, jangan menunggu……
Selasa, 01 Maret 2011
Kita Bisa Menjadi Seperti Apa Yang Kita Cita-Citakan ...
Banyak orang takut membuat cita-cta, ia terbelenggu dengan kondisi dirinya, lingkungannya dan orang-orang terdekatnya serta pengalaman hidupnya. Akhirnya ia hidup mengalir begitu saja tanpa cita-cita.
Cita-cita adalah gambaran keinginan bahwa kita nanti akan menjadi seperti apa, mempunyai apa, siapa orang-orang tercinta yang akan mendampingi kita, apa yang akan kita lakukan untuk mereka, punya rumah di mana, pergi kemana, siapa yang akan menjadi kolega kita, dan semua gambaran indah yang kita inginkan di masa yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia itu kita sebut sebagai cita-cita, dalam bahasa Inggris sering disebut dream.
Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah drama situasi diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang barat menyebutnya sebagai dream.
Makin jelas sebuah mimpi makin mudah membayangkan bagaimana cara meraihnya, dan makin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Karena begitu jelasnya sebuah mimpi pada diri seseorang, dia bahkan bisa menggambarkan tahap demi tahap bagaimana cara meraih impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya hingga ahirnya impian itu menjadi kenyataan.
Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas itu dalam dunia professional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.
Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, adalah potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar kalau kita tidak punya cita-cita.
Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam AlQuran disebutkan “Mintalah kepada-Ku(Allah) niscaya Kuperkenan”. Kita tidak pernah berdoa kalau tidak punya kinginan atau cita-cita
Orang-orang sukses punya cita-cita yang jelas.
Setiap manusia punya keinginan, karena keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek atau jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terrencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itu adalah cita-cita.
Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas, aktifitas hidupnya terrencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, terus apa yang harus dilakukan tahun depan, bulan depan, dan minggu depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju kepada sebuah tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.
Sebaliknya orang kebanyakan cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita. Hidup bagi mereka mengalir begitu saja tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depanpun tidak tahu akan melakukan apa, ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.
Kita bisa menjadi seperti apa yang kita cita-citakan.
Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan. Muhammad Rosulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman “Aku mengikuti sangkaan hambaKu, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka oleh Tuhan kita akan dijadikan berhasil.
Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mencita-citakan sesuatu maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi berkaitan dengan keinginan yang kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.
Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka sangat haus, sesampai di dalam rumah sang suami langsung buka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi yang dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil, masih tidak putus asa lalu mencari gunting untuk melubanginya. Apapun diupayakan caranya untuk membuka botol tersebut, namun guntingpun tidak ditemukan, ahirnya pakupun boleh. Ahirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang dicita-citakan.
Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan “ah… bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain, baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.
Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi orang berilmu, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan jalan hidup, kita tinggal membuatnya kemudian percayakan kepada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya. Masalahnya adalah, banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati, tak berarti, tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.
Buatlah cita-cita, percayakan pada Allah
Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah, yakinlah kepadaNya, karena Allah telah berfirman “…siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan “barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.
Cita-cita adalah gambaran keinginan bahwa kita nanti akan menjadi seperti apa, mempunyai apa, siapa orang-orang tercinta yang akan mendampingi kita, apa yang akan kita lakukan untuk mereka, punya rumah di mana, pergi kemana, siapa yang akan menjadi kolega kita, dan semua gambaran indah yang kita inginkan di masa yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia itu kita sebut sebagai cita-cita, dalam bahasa Inggris sering disebut dream.
Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah drama situasi diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang barat menyebutnya sebagai dream.
Makin jelas sebuah mimpi makin mudah membayangkan bagaimana cara meraihnya, dan makin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Karena begitu jelasnya sebuah mimpi pada diri seseorang, dia bahkan bisa menggambarkan tahap demi tahap bagaimana cara meraih impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya hingga ahirnya impian itu menjadi kenyataan.
Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas itu dalam dunia professional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.
Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, adalah potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar kalau kita tidak punya cita-cita.
Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam AlQuran disebutkan “Mintalah kepada-Ku(Allah) niscaya Kuperkenan”. Kita tidak pernah berdoa kalau tidak punya kinginan atau cita-cita
Orang-orang sukses punya cita-cita yang jelas.
Setiap manusia punya keinginan, karena keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek atau jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terrencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itu adalah cita-cita.
Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas, aktifitas hidupnya terrencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, terus apa yang harus dilakukan tahun depan, bulan depan, dan minggu depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju kepada sebuah tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.
Sebaliknya orang kebanyakan cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita. Hidup bagi mereka mengalir begitu saja tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depanpun tidak tahu akan melakukan apa, ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.
Kita bisa menjadi seperti apa yang kita cita-citakan.
Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan. Muhammad Rosulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman “Aku mengikuti sangkaan hambaKu, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka oleh Tuhan kita akan dijadikan berhasil.
Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mencita-citakan sesuatu maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi berkaitan dengan keinginan yang kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.
Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka sangat haus, sesampai di dalam rumah sang suami langsung buka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi yang dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil, masih tidak putus asa lalu mencari gunting untuk melubanginya. Apapun diupayakan caranya untuk membuka botol tersebut, namun guntingpun tidak ditemukan, ahirnya pakupun boleh. Ahirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang dicita-citakan.
Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan “ah… bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain, baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.
Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi orang berilmu, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan jalan hidup, kita tinggal membuatnya kemudian percayakan kepada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya. Masalahnya adalah, banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati, tak berarti, tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.
Buatlah cita-cita, percayakan pada Allah
Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah, yakinlah kepadaNya, karena Allah telah berfirman “…siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan “barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.
Dan semesta hening yang menjunami rasa dengan kesadaran membisikan kata " wahai Allah ...penuhi kami dengan cinta kepadaMU disetiap gerak langkah, setiap desah nafas dan di setiap degup jantung ini .."...cinta..cinta..cinta ...inilah yang membuat kami hidup sampai hari ini ..cintaMU..kemurahanMU..kasih sayangMU yang maha agung..
Rabu, 15 Desember 2010
Keutamaan Muharam ...
وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اَللهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعْوَتَنِيْ اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِىْ عَلَيْهِ الثَّوَابُ فَأَسْئَلُكَ اللهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.( 3 x )
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang telah dilaluinya ini.
دعـاء اوّل السـنة
وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اَللهُمَّ اَنْتَ الاَبَدِيُّ القَدِيْمُ الاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَجُوْدِكَ المُعَوَّلِ وَهَذِهِ عَـامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ اَوْلِيَـائِهِ وَجُوْدِهِ وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الاَمَّـارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَـالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَاالجَلاَلِ وَالإِكْـرَامِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَرِيْمُ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. آمِيْنَ( 3 x )
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang akan dilaluinya.
KEISTIMEWAAN DI BULAN MUHARROM
* Bulan Muharrom adalah salah satu diantara empat bulan yang dimulyakan ( Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom, Romadlon).
* Bulan Muharrom adalah permulaan hijriyah.
* Bulan muharrom adalah bulan yang paling mulia setelah bulan romadlon.
* Terdapat 10 hari yang dimulyakan:
Umat Islam mengagungkan 3 perkara yaitu: 10 hari dalam setahun.
1. 10 hari pertama bulan Muharrom
2. 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
3. 10 hari terahir bulan Romadlon
Terdapat hari ASYURO yaitu hari kemenangan dan hari penerima taubat dan terjadinya peristiwa yang sangat dasyatm antara lain :
* Allah menerima taubat Nabi Adam dan dipertemukan kembali dengan istrinya Hawa.
* Nabi Idris diangkat ketempat yg tinggi.
* Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari kaumnya dan perahunya berlabu dibukit juudy.
* Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api Raja Namrud.
* Nabi Yusuf dikeluarkan dari penjara.
* Sembuhnya penyakit Nabi Ayub dari penyakit kulit yang sudah bertahun-tahun.
* Allah Mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan.
* Nabi Musa membela lautan menjadi 2 dan selamat dari kejaran Fir’aun.
* Allah mengampuni dosa Nabi Daud
* Allah memberi kerajaan pada Nabi Sulaiman.
* Allah mengampuni Nabi Muhammad SAW atas dosa-dosa yang lalu dan dosa-dosa yang akan datang.
AMALAN DI BULAN MUHARROM Rosulullah SAW bersabda:
* Barang siapa yang berpuasa pada hari Asyuroh maka Allah akan memberi kepadanya pahala 10.000 Malaikat, pahala 10.000 orang yg melaksanakan haji dan umroh, pahala 10.000 orang yang mati sahid.
* Barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari asyuroh maka Allah SWT akan menaikkan kepadanya dengan setiap rambut satu derajat.
* Barang siapa yang memberi makan pada orang yang berbuka puasa pada hari asyuroh maka seolah-olah ia telah memberi makan kepada seluruh umat Rosululloh SAW ya sedang berbuka puasa.
* Barang siapa yang menghidupkan malam asyuroh dengan beribadah kepada Allah SWT maka ia diumpamakan seperti ibadahnya ahli langit tujuh.
* Seorang suami yg meluaskan nafkahnya pada istrinya makan Allah SWT akan meluaskan rizkinya sampai setahun.
* Orang yg memberi minum dengan segelas air Maka Allah akan memberinya minum di hari kiamat kelak.
* Orang yang mandi/bersuci maka ia tidak akan sakit ditahun ini melainkan sakit yg membuatnya meninggal dunia.
* Orang yang menjenguk orang sakit seperti menjenguk anak adam seluruhnya.
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang telah dilaluinya ini.
دعـاء اوّل السـنة
وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اَللهُمَّ اَنْتَ الاَبَدِيُّ القَدِيْمُ الاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَجُوْدِكَ المُعَوَّلِ وَهَذِهِ عَـامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ اَوْلِيَـائِهِ وَجُوْدِهِ وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الاَمَّـارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَـالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَاالجَلاَلِ وَالإِكْـرَامِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَرِيْمُ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. آمِيْنَ( 3 x )
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang akan dilaluinya.
KEISTIMEWAAN DI BULAN MUHARROM
* Bulan Muharrom adalah salah satu diantara empat bulan yang dimulyakan ( Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom, Romadlon).
* Bulan Muharrom adalah permulaan hijriyah.
* Bulan muharrom adalah bulan yang paling mulia setelah bulan romadlon.
* Terdapat 10 hari yang dimulyakan:
Umat Islam mengagungkan 3 perkara yaitu: 10 hari dalam setahun.
1. 10 hari pertama bulan Muharrom
2. 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
3. 10 hari terahir bulan Romadlon
Terdapat hari ASYURO yaitu hari kemenangan dan hari penerima taubat dan terjadinya peristiwa yang sangat dasyatm antara lain :
* Allah menerima taubat Nabi Adam dan dipertemukan kembali dengan istrinya Hawa.
* Nabi Idris diangkat ketempat yg tinggi.
* Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari kaumnya dan perahunya berlabu dibukit juudy.
* Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api Raja Namrud.
* Nabi Yusuf dikeluarkan dari penjara.
* Sembuhnya penyakit Nabi Ayub dari penyakit kulit yang sudah bertahun-tahun.
* Allah Mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan.
* Nabi Musa membela lautan menjadi 2 dan selamat dari kejaran Fir’aun.
* Allah mengampuni dosa Nabi Daud
* Allah memberi kerajaan pada Nabi Sulaiman.
* Allah mengampuni Nabi Muhammad SAW atas dosa-dosa yang lalu dan dosa-dosa yang akan datang.
AMALAN DI BULAN MUHARROM Rosulullah SAW bersabda:
* Barang siapa yang berpuasa pada hari Asyuroh maka Allah akan memberi kepadanya pahala 10.000 Malaikat, pahala 10.000 orang yg melaksanakan haji dan umroh, pahala 10.000 orang yang mati sahid.
* Barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari asyuroh maka Allah SWT akan menaikkan kepadanya dengan setiap rambut satu derajat.
* Barang siapa yang memberi makan pada orang yang berbuka puasa pada hari asyuroh maka seolah-olah ia telah memberi makan kepada seluruh umat Rosululloh SAW ya sedang berbuka puasa.
* Barang siapa yang menghidupkan malam asyuroh dengan beribadah kepada Allah SWT maka ia diumpamakan seperti ibadahnya ahli langit tujuh.
* Seorang suami yg meluaskan nafkahnya pada istrinya makan Allah SWT akan meluaskan rizkinya sampai setahun.
* Orang yg memberi minum dengan segelas air Maka Allah akan memberinya minum di hari kiamat kelak.
* Orang yang mandi/bersuci maka ia tidak akan sakit ditahun ini melainkan sakit yg membuatnya meninggal dunia.
* Orang yang menjenguk orang sakit seperti menjenguk anak adam seluruhnya.
Langganan:
Postingan (Atom)