Banyak orang takut membuat cita-cta, ia terbelenggu dengan kondisi dirinya, lingkungannya dan orang-orang terdekatnya serta pengalaman hidupnya. Akhirnya ia hidup mengalir begitu saja tanpa cita-cita.
Cita-cita adalah gambaran keinginan bahwa kita nanti akan menjadi seperti apa, mempunyai apa, siapa orang-orang tercinta yang akan mendampingi kita, apa yang akan kita lakukan untuk mereka, punya rumah di mana, pergi kemana, siapa yang akan menjadi kolega kita, dan semua gambaran indah yang kita inginkan di masa yang akan datang. Dalam bahasa Indonesia itu kita sebut sebagai cita-cita, dalam bahasa Inggris sering disebut dream.
Cita-cita merupakan kumpulan keinginan-keinginan yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah drama situasi diri kita di masa mendatang, sebuah mimpi masa depan. Mungkin itu sebabnya orang barat menyebutnya sebagai dream.
Makin jelas sebuah mimpi makin mudah membayangkan bagaimana cara meraihnya, dan makin mudah pula mimpi itu menjadi kenyataan. Karena begitu jelasnya sebuah mimpi pada diri seseorang, dia bahkan bisa menggambarkan tahap demi tahap bagaimana cara meraih impian tersebut. Setiap tahap disusun dan direncanakan, kapan tahap pertama dicapai dan kapan tahap-tahap berikutnya hingga ahirnya impian itu menjadi kenyataan.
Mimpi yang tervisualisasi dengan jelas itu dalam dunia professional disebut sebagai Vision, dan bagaimana cara meraihnya sering disebut sebagai mission, serta kepastian tahapan-tahapan yang akan dilakukan sering disebut sebagai Strategic Planning.
Cita-cita atau mimpi yang diyakini sepenuh hati bisa melahirkan berbagai potensi kekuatan dari dalam diri. Pola pikir, sikap, keberanian, komitmen, perencanaan, tindakan yang konsisten, kesabaran, keteguhan, adalah potensi yang mendukung kita untuk meraih cita-cita. Semua potensi itu tidak akan keluar kalau kita tidak punya cita-cita.
Cita-cita juga menumbuhkan harapan dan doa. Doa merupakan potensi yang luar biasa untuk meraih cita-cita. Dalam AlQuran disebutkan “Mintalah kepada-Ku(Allah) niscaya Kuperkenan”. Kita tidak pernah berdoa kalau tidak punya kinginan atau cita-cita
Orang-orang sukses punya cita-cita yang jelas.
Setiap manusia punya keinginan, karena keinginan itulah yang menjadi motif dari setiap tindakan. Keinginan bisa jangka pendek atau jangka panjang. Keinginan-keinginan jangka pendek melahirkan tindakan-tindakan spontan, sedangkan keinginan-keinginan jangka panjang melahirkan tindakan-tindakan terrencana. Keinginan-keinginan jangka panjang itu adalah cita-cita.
Orang-orang sukses mempunyai cita-cita yang jelas, aktifitas hidupnya terrencana, ingin menjadi apa lima tahun mendatang, terus apa yang harus dilakukan tahun depan, bulan depan, dan minggu depan. Terlepas dari berhasil atau tidak, berbagai kegiatan dan aktifitas sudah terprogram untuk menuju kepada sebuah tujuan tertentu yang mereka sebut sebagai cita-cita.
Sebaliknya orang kebanyakan cita-citanya kabur atau bahkan tidak punya cita-cita. Hidup bagi mereka mengalir begitu saja tidak tahu harus melakukan apa tahun depan, atau bulan depan. Bahkan yang lebih parah minggu depanpun tidak tahu akan melakukan apa, ini menjadi paradigma sebagian besar dari kita.
Kita bisa menjadi seperti apa yang kita cita-citakan.
Rhonda Byrne, penulis buku The Secret, Michael J. Losier, penulis buku The law Of Atraction, mengatakan bahwa apa yang kita inginkan, kemudian kita bayangkan dalam benak kita dengan segenap perhatian dan energi, maka hal tersebut akan menjadi kenyataan dalam hidup kita. Andre Wongso, motivator terkenal Indonesia, mengatakan anda bisa menjadi seperti apa yang anda inginkan. Muhammad Rosulullah menyampaikan bahwa Tuhan berfirman “Aku mengikuti sangkaan hambaKu, jika sangkaanya baik maka baiklah baginya, jika sangkaanya buruk maka buruklah baginya”. Kalau kita berprasangka bahwa Tuhan akan menjadikan kita orang yang berhasil, maka oleh Tuhan kita akan dijadikan berhasil.
Ketika kita menginginkan sesuatu dengan keinginan yang kuat dan dengan keyakinan, maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi kreatif bagaimana cara memperolehnya. Demikian pula jika kita mencita-citakan sesuatu maka otak kita akan berusaha mencari solusi-solusi bagaimana cara mencapainya. Di bawah ini adalah sebuah ilustrasi berkaitan dengan keinginan yang kuat dan memunculkan solusi-solusi kreatif.
Sepasang suami istri pulang dari perjalanan jauh dan mereka sangat haus, sesampai di dalam rumah sang suami langsung buka kulkas, dan membayangkan betapa nikmat dia minum pepsi yang dingin dari dalam kulkas. Kemudian mencari pembuka botol ternyata tidak ditemukan. Dicarilah cara lain, dicungkilnya tutup botol tersebut dengan sudut pinggiran tembok dapur, ternyata malah temboknya yang cuil dan botol tidak berhasil terbuka. Dicobanya lagi dengan ujung pisau, tidak berhasil, masih tidak putus asa lalu mencari gunting untuk melubanginya. Apapun diupayakan caranya untuk membuka botol tersebut, namun guntingpun tidak ditemukan, ahirnya pakupun boleh. Ahirnya dengan batu dan paku dia bisa menikmati pepsi seperti yang dicita-citakan.
Istrinya juga penggemar pepsi, namun melihat perjuangan suaminya ia mengatakan “ah… bukan pepsi juga nggak apa-apa, air juga cukup nikmat untuk menghalau dahaga”. Istrinya ini punya pilihan lain, baginya air sudah cukup, tidak harus berjuang demikian berat untuk membuka botol.
Dalam bercita-cita, kita diberi banyak pilihan, bebas memilih, benar-benar bebas memilih. Boleh menjadi kaya, menjadi orang berilmu, menjadi terkenal, bermanfaat untuk orang banyak, atau ingin menjadi orang biasa saja. Cita-cita adalah sebuah pilihan jalan hidup, kita tinggal membuatnya kemudian percayakan kepada Allah maka Allah akan menunjukkan jalannya. Masalahnya adalah, banyak orang tidak punya cita-cita. Jika tidak punya cita-cita, hidup kita tidak ada yang berubah, kecuali menjadi tua, sakit dan mati, tak berarti, tanpa pernah ada yang mencatat keberadaan kita di dunia.
Buatlah cita-cita, percayakan pada Allah
Beranilah bercita-cita, buatlah cita-cita dan kemudian serahkan kepada Allah, yakinlah kepadaNya, karena Allah telah berfirman “…siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan siapa yang mengikuti perintahnya niscaya selalu dibukakan jalan keluar”. Dalam ayat yang lain disebutkan “barang siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya”.
Selasa, 01 Maret 2011
Dan semesta hening yang menjunami rasa dengan kesadaran membisikan kata " wahai Allah ...penuhi kami dengan cinta kepadaMU disetiap gerak langkah, setiap desah nafas dan di setiap degup jantung ini .."...cinta..cinta..cinta ...inilah yang membuat kami hidup sampai hari ini ..cintaMU..kemurahanMU..kasih sayangMU yang maha agung..
Rabu, 15 Desember 2010
Keutamaan Muharam ...
وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اَللهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعْوَتَنِيْ اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِىْ عَلَيْهِ الثَّوَابُ فَأَسْئَلُكَ اللهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.( 3 x )
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang telah dilaluinya ini.
دعـاء اوّل السـنة
وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اَللهُمَّ اَنْتَ الاَبَدِيُّ القَدِيْمُ الاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَجُوْدِكَ المُعَوَّلِ وَهَذِهِ عَـامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ اَوْلِيَـائِهِ وَجُوْدِهِ وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الاَمَّـارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَـالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَاالجَلاَلِ وَالإِكْـرَامِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَرِيْمُ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. آمِيْنَ( 3 x )
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang akan dilaluinya.
KEISTIMEWAAN DI BULAN MUHARROM
* Bulan Muharrom adalah salah satu diantara empat bulan yang dimulyakan ( Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom, Romadlon).
* Bulan Muharrom adalah permulaan hijriyah.
* Bulan muharrom adalah bulan yang paling mulia setelah bulan romadlon.
* Terdapat 10 hari yang dimulyakan:
Umat Islam mengagungkan 3 perkara yaitu: 10 hari dalam setahun.
1. 10 hari pertama bulan Muharrom
2. 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
3. 10 hari terahir bulan Romadlon
Terdapat hari ASYURO yaitu hari kemenangan dan hari penerima taubat dan terjadinya peristiwa yang sangat dasyatm antara lain :
* Allah menerima taubat Nabi Adam dan dipertemukan kembali dengan istrinya Hawa.
* Nabi Idris diangkat ketempat yg tinggi.
* Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari kaumnya dan perahunya berlabu dibukit juudy.
* Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api Raja Namrud.
* Nabi Yusuf dikeluarkan dari penjara.
* Sembuhnya penyakit Nabi Ayub dari penyakit kulit yang sudah bertahun-tahun.
* Allah Mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan.
* Nabi Musa membela lautan menjadi 2 dan selamat dari kejaran Fir’aun.
* Allah mengampuni dosa Nabi Daud
* Allah memberi kerajaan pada Nabi Sulaiman.
* Allah mengampuni Nabi Muhammad SAW atas dosa-dosa yang lalu dan dosa-dosa yang akan datang.
AMALAN DI BULAN MUHARROM Rosulullah SAW bersabda:
* Barang siapa yang berpuasa pada hari Asyuroh maka Allah akan memberi kepadanya pahala 10.000 Malaikat, pahala 10.000 orang yg melaksanakan haji dan umroh, pahala 10.000 orang yang mati sahid.
* Barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari asyuroh maka Allah SWT akan menaikkan kepadanya dengan setiap rambut satu derajat.
* Barang siapa yang memberi makan pada orang yang berbuka puasa pada hari asyuroh maka seolah-olah ia telah memberi makan kepada seluruh umat Rosululloh SAW ya sedang berbuka puasa.
* Barang siapa yang menghidupkan malam asyuroh dengan beribadah kepada Allah SWT maka ia diumpamakan seperti ibadahnya ahli langit tujuh.
* Seorang suami yg meluaskan nafkahnya pada istrinya makan Allah SWT akan meluaskan rizkinya sampai setahun.
* Orang yg memberi minum dengan segelas air Maka Allah akan memberinya minum di hari kiamat kelak.
* Orang yang mandi/bersuci maka ia tidak akan sakit ditahun ini melainkan sakit yg membuatnya meninggal dunia.
* Orang yang menjenguk orang sakit seperti menjenguk anak adam seluruhnya.
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang telah dilaluinya ini.
دعـاء اوّل السـنة
وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اَللهُمَّ اَنْتَ الاَبَدِيُّ القَدِيْمُ الاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَجُوْدِكَ المُعَوَّلِ وَهَذِهِ عَـامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ نَسْئَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ اَوْلِيَـائِهِ وَجُوْدِهِ وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الاَمَّـارَةِ بِالسُّوْءِ وَالإِشْتِغَـالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَاالجَلاَلِ وَالإِكْـرَامِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَرِيْمُ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى الِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. آمِيْنَ( 3 x )
Faedahnya: Diampuni oleh Allah SWT dosa-dosanya dalam tahun yang akan dilaluinya.
KEISTIMEWAAN DI BULAN MUHARROM
* Bulan Muharrom adalah salah satu diantara empat bulan yang dimulyakan ( Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom, Romadlon).
* Bulan Muharrom adalah permulaan hijriyah.
* Bulan muharrom adalah bulan yang paling mulia setelah bulan romadlon.
* Terdapat 10 hari yang dimulyakan:
Umat Islam mengagungkan 3 perkara yaitu: 10 hari dalam setahun.
1. 10 hari pertama bulan Muharrom
2. 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
3. 10 hari terahir bulan Romadlon
Terdapat hari ASYURO yaitu hari kemenangan dan hari penerima taubat dan terjadinya peristiwa yang sangat dasyatm antara lain :
* Allah menerima taubat Nabi Adam dan dipertemukan kembali dengan istrinya Hawa.
* Nabi Idris diangkat ketempat yg tinggi.
* Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari kaumnya dan perahunya berlabu dibukit juudy.
* Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api Raja Namrud.
* Nabi Yusuf dikeluarkan dari penjara.
* Sembuhnya penyakit Nabi Ayub dari penyakit kulit yang sudah bertahun-tahun.
* Allah Mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan.
* Nabi Musa membela lautan menjadi 2 dan selamat dari kejaran Fir’aun.
* Allah mengampuni dosa Nabi Daud
* Allah memberi kerajaan pada Nabi Sulaiman.
* Allah mengampuni Nabi Muhammad SAW atas dosa-dosa yang lalu dan dosa-dosa yang akan datang.
AMALAN DI BULAN MUHARROM Rosulullah SAW bersabda:
* Barang siapa yang berpuasa pada hari Asyuroh maka Allah akan memberi kepadanya pahala 10.000 Malaikat, pahala 10.000 orang yg melaksanakan haji dan umroh, pahala 10.000 orang yang mati sahid.
* Barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari asyuroh maka Allah SWT akan menaikkan kepadanya dengan setiap rambut satu derajat.
* Barang siapa yang memberi makan pada orang yang berbuka puasa pada hari asyuroh maka seolah-olah ia telah memberi makan kepada seluruh umat Rosululloh SAW ya sedang berbuka puasa.
* Barang siapa yang menghidupkan malam asyuroh dengan beribadah kepada Allah SWT maka ia diumpamakan seperti ibadahnya ahli langit tujuh.
* Seorang suami yg meluaskan nafkahnya pada istrinya makan Allah SWT akan meluaskan rizkinya sampai setahun.
* Orang yg memberi minum dengan segelas air Maka Allah akan memberinya minum di hari kiamat kelak.
* Orang yang mandi/bersuci maka ia tidak akan sakit ditahun ini melainkan sakit yg membuatnya meninggal dunia.
* Orang yang menjenguk orang sakit seperti menjenguk anak adam seluruhnya.
Jumat, 26 November 2010
Fokuslah Bila Anda Ingin Hebat !!
Jika Anda ingin menjadi master di bidang tertentu ingatlah kata-kata ini: "berfokuslah pada satu hal atau keterampilan dengan kesetiaan tanpa henti untuk terus melakukan perbaikan, dan berkeinginan kita menjadi yang terbaik". Fokus!! Perbaikan tiada henti dan keinginan kuat menjadi yang terbaik adalah bahan bakar utama untuk menjadi seorang spesialis. Dan sebagian mayoritas orang besar berasal dari seorang spesialis.
B.J. Habibie adalah seorang spesialis di bidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam? Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula tadi; fokus ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik. Lelaki kelahiran Pare-Pare ini tidak ingin menjadi yang terbaik di lima bidang yang berbeda. Misalnya, ia tidak ingin ahli di bidang kereta api atau kendaraan berida empat. Mantan Presiden RI ke tiga ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang. Dan ia berhasil.
Michael Jordan fokus pada basket. Cristiano Ronaldo fokus pada sepakbola. Muhamad Yunus fokus pada microfinance. Bill Gates fokus pada software development computer, Dedi Mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada ilmu sedekah. Hermawan Kertajaya fokus pada dunia marketing. Mereka dan banyak orang lainnya tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil.
Thomas A Edison mendaftarkan 1.093 paten. Ia juga menemukan bola lampu hingga gramofon. Lelaki yang pernah dicap idiot oleh gurunya ini tidak mencoba untuk menjadi pedagang besar, penyair terkenal, dan musisi ternama. Ia hanya berfokus pada penemuan-penemuannya. Ia juga memperbaikinya setiap hari. Dan selalu terdorong untuk menjadi penemu hebat dan memberi manfaat bagi dunia. Selanjutnya, ia membiarkan waktu yang menciptakan keajaiban. Dan ternyata, keberhasilan mengetuk pintu bagi orang-orang yang memang fokus pada bidangnya. Mereka para spesialis.
Mungkin Anda ingat akan kisah Pablo Picasso. Suatu hari, seorang wanita melihatnya di pasar dan ia mengambil secarik kertas. ”Tuan Picasso, saya adalah penggemar Anda. Maukah Anda menggambar sedikit untuk saya?” Picasso dengan gembira memenuhi permintaan itu dan menggoreskan sebentuk seni di atas kertas yang diberikan. Sambil tersenyum ia mengembalikan kertas itu sambil berkata, ”Nilai kertas ini bisa jutaan dolar lho.” Wanita itu bingung dan berkata, ”Tapi tuan Anda hanya perlu waktu 30 detik untuk menghasilkan mahakarya ini.” Sambil tertawa Picasso menjawab, ”saya membutuhkan waktu 30 tahun agar dapat menghasilkan mahakarya dalam waktu 30 detik.”
Ketahuilah apa kelebihan Anda. Temukan talenta Anda, lalu berusaha keraslah sekuat tenaga untuk memoles talenta Anda. Ketahuilah apa yang menjadi bagian terbaik dalam hidup Anda. Anda sangat ahli dan menyenangi hal itu. Bahkan Anda terkadang gelisah ketika Anda tidak melakukan hal itu. Mungkin Anda seorang komunikator yang jago dalam bergaul. Mungkin Anda ahli dalam hal memperlancar keadaan. Mungkin Anda seorang inovator yang mampu melahirkan sesuatu yang baru. Mungkin Anda orang yang tekun menjalankan bisnis walau hasilnya kecil namun volumenya besar. Atau Anda seorang yang ahli memberikan nilai tambah sehingga Anda mampu menjual produk yang sama namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Temukan kelebihan Anda, lalu kembangkan. Fokuslah pada kelebihan Anda dan terus menerus diasah, lakukan perbaikan terus menerus, dan berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda. Saya yakin tak lebih sepuluh tahun dari sekarang Anda akan menjadi orang yang hebat di bidang Anda. Mungkin orang akan membicarakan atau menulis tentang Anda.
Mari bertaruh dengan saya. Jika Anda sudah menemukan talenta Anda dan mencurahkan waktu setiap hari untuk mengasah talenta itu dan terus menerus memperbaikinya serta berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang itu, tak lebih dari 10 tahun yang akan datang Anda telah menjadi seorang yang hebat. Ketika itu bawalah hadiah kepada saya, karena saya telah memenangkan pertaruhan ini. Bila Anda gagal, itu karena Anda ingin hebat disemua hal sehingga fokus Anda pecah. Akhirnya Andapun tak mendapatkan semua hal itu.
Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia
B.J. Habibie adalah seorang spesialis di bidang pesawat terbang. Apakah kesuksesannya murni merupakan karunia alam? Tentu saja jawabannya tidak. Ia mengambil apa yang diberikan alam kepadanya dan menjalankan formula tadi; fokus ditambah perbaikan terus tiada henti dan keinginan kuat untuk menjadi yang terbaik. Lelaki kelahiran Pare-Pare ini tidak ingin menjadi yang terbaik di lima bidang yang berbeda. Misalnya, ia tidak ingin ahli di bidang kereta api atau kendaraan berida empat. Mantan Presiden RI ke tiga ini hanya ingin hebat pada bidang pesawat terbang. Dan ia berhasil.
Michael Jordan fokus pada basket. Cristiano Ronaldo fokus pada sepakbola. Muhamad Yunus fokus pada microfinance. Bill Gates fokus pada software development computer, Dedi Mizwar fokus pada film. Yusuf Mansur fokus pada ilmu sedekah. Hermawan Kertajaya fokus pada dunia marketing. Mereka dan banyak orang lainnya tidak memecah fokus yang ditekuninya. Dan mereka berhasil.
Thomas A Edison mendaftarkan 1.093 paten. Ia juga menemukan bola lampu hingga gramofon. Lelaki yang pernah dicap idiot oleh gurunya ini tidak mencoba untuk menjadi pedagang besar, penyair terkenal, dan musisi ternama. Ia hanya berfokus pada penemuan-penemuannya. Ia juga memperbaikinya setiap hari. Dan selalu terdorong untuk menjadi penemu hebat dan memberi manfaat bagi dunia. Selanjutnya, ia membiarkan waktu yang menciptakan keajaiban. Dan ternyata, keberhasilan mengetuk pintu bagi orang-orang yang memang fokus pada bidangnya. Mereka para spesialis.
Mungkin Anda ingat akan kisah Pablo Picasso. Suatu hari, seorang wanita melihatnya di pasar dan ia mengambil secarik kertas. ”Tuan Picasso, saya adalah penggemar Anda. Maukah Anda menggambar sedikit untuk saya?” Picasso dengan gembira memenuhi permintaan itu dan menggoreskan sebentuk seni di atas kertas yang diberikan. Sambil tersenyum ia mengembalikan kertas itu sambil berkata, ”Nilai kertas ini bisa jutaan dolar lho.” Wanita itu bingung dan berkata, ”Tapi tuan Anda hanya perlu waktu 30 detik untuk menghasilkan mahakarya ini.” Sambil tertawa Picasso menjawab, ”saya membutuhkan waktu 30 tahun agar dapat menghasilkan mahakarya dalam waktu 30 detik.”
Ketahuilah apa kelebihan Anda. Temukan talenta Anda, lalu berusaha keraslah sekuat tenaga untuk memoles talenta Anda. Ketahuilah apa yang menjadi bagian terbaik dalam hidup Anda. Anda sangat ahli dan menyenangi hal itu. Bahkan Anda terkadang gelisah ketika Anda tidak melakukan hal itu. Mungkin Anda seorang komunikator yang jago dalam bergaul. Mungkin Anda ahli dalam hal memperlancar keadaan. Mungkin Anda seorang inovator yang mampu melahirkan sesuatu yang baru. Mungkin Anda orang yang tekun menjalankan bisnis walau hasilnya kecil namun volumenya besar. Atau Anda seorang yang ahli memberikan nilai tambah sehingga Anda mampu menjual produk yang sama namun dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Temukan kelebihan Anda, lalu kembangkan. Fokuslah pada kelebihan Anda dan terus menerus diasah, lakukan perbaikan terus menerus, dan berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang Anda. Saya yakin tak lebih sepuluh tahun dari sekarang Anda akan menjadi orang yang hebat di bidang Anda. Mungkin orang akan membicarakan atau menulis tentang Anda.
Mari bertaruh dengan saya. Jika Anda sudah menemukan talenta Anda dan mencurahkan waktu setiap hari untuk mengasah talenta itu dan terus menerus memperbaikinya serta berkomitmenlah untuk menjadi yang terbaik di bidang itu, tak lebih dari 10 tahun yang akan datang Anda telah menjadi seorang yang hebat. Ketika itu bawalah hadiah kepada saya, karena saya telah memenangkan pertaruhan ini. Bila Anda gagal, itu karena Anda ingin hebat disemua hal sehingga fokus Anda pecah. Akhirnya Andapun tak mendapatkan semua hal itu.
Jamil Azzaini, Inspirator SuksesMulia
Sabtu, 20 November 2010
Siapa Bersungguh-sungguh, Ia Mendapatkannya
Man Jadda Wa Jada.” (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya)
Kemiskinan bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan, boleh jadi, justru kemiskinanlah yang menjadi ‘cambuk’ penyemangat dan motivasi untuk menggapai cita-cita yang tinggi. Itulah yang dilakukan oleh Hadi beberapa puluhan tahun silam. Tak pingin terpuruk terus menerus dalam hal ekonomi, Hadi nekat untuk terus melanjutkan sekolah, sekalipun keinginannya tersebut bertentangan dengan kehendak kedua orang tuanya. Ia menyadari, bahwa, hanya ilmulah yang mampu mengangkat derajat keluarganya, khususnya, dirinya sendiri dari ketidakberdayaan hidup, terutama masalah ekonomi, “Nabi SAW kan pernah bersabda, bahwa barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, maka ilmulah kuncinya” ujar Hadi menyitir salah satu hadits Nabi Muhammad SAW.
“Siapa yang akan membiayai sekolahmu? Wong makan saja kita sulit. Sudahlah, bantu saja bapak ngaret atau nyari kayu di hutan, ndak usah mikirin sekolah”. Demikianlah jawaban yang diterima Hadi, ketika ia menuturkan keinginannya untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi lagi.
Waktu itu, Hadi baru lulus SD. Sekalipun dapat balasan yang negatif dari orangtua, tidak membuat Hadi uring-uringan. Dia faham, bahwa kondisilah yang menyebabkan mereka memiliki pemikiran demikian. sebab itu, dia menjelaskan kepada kedua orang tuanya, soal biaya sekolah, dia tidak akan membebani mereka, ”Saya akan mencari uang sendiri untuk biaya sekolah. Yang terpenting, ibu dan bapak mengizinkan saya sekolah,” tegas Hadi waktu itu, yang kemudian dikabulkan oleh ibu dan bapaknya.
Dari segi finansial, memang, waktu itu, keluarga Hadi tergolong keluarga papa. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan saja, mereka masih kelepotan. Hampir setiap hari, yang menjadi menu utama mereka adalah nasih putih dan sepotong tempe atau ikan asin, ”kalau lauknya ikan asin, semuanya harus habis, hatta kepala dan tulang-tulangnya. Kalau tidak, ibu akan marah. Dibilang mubadzir” kenang Hadi.
Karena itu, nyaris masa kanak-kanaknya digunakan untuk membantu orang tua menyari kayu atau merumput di hutan. Setiap sepulang sekolah, dia langsung tancap gas untuk menunaikan tugas-tugas tersebut, tak peduli panasnya terik sinar matahari atau derasnya guyuran hujan. Jadi, bisa dibilang, sejak dini, Hadi telah terlatih untuk hidup mandiri. Sebab itu, senyum sumringah nampak di wajahnya, ketika orang tuanya mengabulkan permohonannya untuk melanjutkan studi, sekalipun harus berjuang sendiri.
Merantau
Tidak lama setelah itu, Hadi kecilpun mulai menyusun rencana. Dia putuskan untuk melanjutkan sekolah di salah satu sekolah Islam yang berlokasi di kota Surabaya. Padahal, daerah kelahirannya itu Lamongan. Jarak antar keduanya (Lamongan-Surabaya) ± 90 km.
Tidak berapa lama setibanya di kota pahlawan tersebut, Hadi langsung bergerak untuk mencari biaya hidup. Berbagai macam pekerjaan pernah dilakoni, salah satunya adalah sebagai sales roti. Jangan dibayangkan, dalam mengedarkan barang-barangnya, Hadi menggunakan sepedah motor, sehingga mempermudah jarak tempuh. Tidak sama sekali. Dia menggunakan sepedah pancal. Hampir setiap hari, Hadi harus menempuh berkilo-kilo meter perjalanan dengan mengayuh sepedah untuk menjajakan jualannya.
Selain tekun bekerja, ada kelebihan lain yang dimiliki Hadi. Dia mampu membaca peluang bisnis. Dan keistimewaan inilah yang kemudian hari, menyebabkannya menjadi orang sukses. Pernah suatu hari, kenangnya, dia menghadap kepala sekolah, untuk mengajukan diri menjadi fasilitator dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekolah/guru. –misal- pembuatan seragam guru. Bagai kejatuhan buah duren, sang-kepala sekolah pun mengabulkan. Dan dari sini, penghasilan Hadi mulai bertambah. Bahkan, meskipun tidak banyak, dia mampu mengirimi keluarganya uang, untuk belanja atau sebagai tambahan biaya sekolah adik-adiknya.
Siswa Berprestasi
Hadi bukanlah tipe anak yang hanya piawai dalam mencari ma’isyah (kehidupan). Dalam hal intelektualitas, dia juga tidak ketinggalan. Terbukti, hampir setiap semesteran, nilainya selalu yang terbaik, sehingga berhak mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah. Terang saja, kondisi demikian sedikit-banyak telah meringankan biaya hidupnya.
Selesai mengetaskan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Hadi langsung melanjutkan sutidanya (SMA) di almamater yang sama. Prestasi-prestasi akademis, terus dia peroleh, sehingga nyaris dia tidak pernah membayar uang sekolah.
Terakhir beasiswa dia dapatkan ketika dirinya dinyatakan lulus di salah satu Universitas Negeri ternama di kota yang sama, Surabaya. Hal ni diberikan pihak sekolah untuk jangka waktu satu semester kepadanya, sebagai bentuk apresiasi, karena Hadi merupakan alumnus pertama sekolah tersebut yang mampu lulus di universitas negeri,”sebelumnya tidak pernah ada yang lulus”, paparnya.
Ada kenangan yang tak terlupakan oleh Hadi, ketika dia dinyatakan lulus SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasis Baru) di universitas tersebut. Perasaan senang dan bingung, bahagia dan sedih bercampur aduk mengiringi kesuksesannya. Betapa tidak, sebagai calon mahasiswa, tentu dia bangga dengan kekeberhasilannya. Akan tetapi, di lain pihak, dia juga dibingungkan dengan biaya kuliah yang pastinya tidak sedikit.
Di tengah kekalutannya tersebut, Hadi memutuskan untuk berkonsultasi dengan pihak keluarga, terutama kepada sang-ayah dan ibu. Mendengar tuturan dari buah hatinya, air mata sang-ibu tak terbendung, membasahi kedua pipinya. Dengan suara agak tertahan oleh isakan tangis bahagia, perempuan tersebut menyerahkan sesuatu pada Hadi, ”Ini maskawin ibu. Ambillah untuk biaya kuliahmu,” tuturnya yang membuat Hadi agak merinding mendengarnya, yang kemudian juga mencucurkan air mata. Pada awalnya, pemberian tersebut ditolak oleh Hadi, namun, karena melihat begitu kerasnya keinginan bundanya tersebut, Hadipun mengambilnya sebagai bekal untuk kuliah.
Emas tersebut kemudia dijual oleh Hadi. Sebagian untuk biaya kuliah dan biaya hidupnya, sebagian lagi, untuk membuka bisnis warung kecil-kecilan. Setelah menyelesaikan studinya, yang memang fokus mengambil jurusan ekonomi, Hadi langsung terjun kelapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.
Bisnis di area pelabuhan adalah incarannya. Hal itu dipilih, karena dia yakin bahwa pelabuhan merupakan pusat dari kegiatan ekonomi, ”Di sinilah (pelabuhan), seluruh barang-barang ekspor/impor mangkal untuk pertama kali, sebelum diedarkan ke seluruh daerah/negara. Peluang ini yang saya tangkap”. terangnya menuturkan alasannya. Berkat keuletan Hadi, tak ayal, dari tahun ke tahun bisnisnya terus berkembang. Bahkan, kini Hadi telah menjadi salah satu milioder. Dia telah memiliki ratusan kayawan/karyawati. Bisnisnyapun telah melebar ke penyewaan villa, butik, apotik, dan lain-lain. Bahkan, relasi bisnisnya pun tidak lagi seputar Indonesia, namun, telah melebar ke beberapa negara, salah satunya adalah China.
Memang benar apa yang dikatakan pepatah Arab, “Man Jadda Wa Jada.” (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya).
InsyaLlah menjadi manfaat.
Kemiskinan bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan, boleh jadi, justru kemiskinanlah yang menjadi ‘cambuk’ penyemangat dan motivasi untuk menggapai cita-cita yang tinggi. Itulah yang dilakukan oleh Hadi beberapa puluhan tahun silam. Tak pingin terpuruk terus menerus dalam hal ekonomi, Hadi nekat untuk terus melanjutkan sekolah, sekalipun keinginannya tersebut bertentangan dengan kehendak kedua orang tuanya. Ia menyadari, bahwa, hanya ilmulah yang mampu mengangkat derajat keluarganya, khususnya, dirinya sendiri dari ketidakberdayaan hidup, terutama masalah ekonomi, “Nabi SAW kan pernah bersabda, bahwa barang siapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat, maka ilmulah kuncinya” ujar Hadi menyitir salah satu hadits Nabi Muhammad SAW.
“Siapa yang akan membiayai sekolahmu? Wong makan saja kita sulit. Sudahlah, bantu saja bapak ngaret atau nyari kayu di hutan, ndak usah mikirin sekolah”. Demikianlah jawaban yang diterima Hadi, ketika ia menuturkan keinginannya untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi lagi.
Waktu itu, Hadi baru lulus SD. Sekalipun dapat balasan yang negatif dari orangtua, tidak membuat Hadi uring-uringan. Dia faham, bahwa kondisilah yang menyebabkan mereka memiliki pemikiran demikian. sebab itu, dia menjelaskan kepada kedua orang tuanya, soal biaya sekolah, dia tidak akan membebani mereka, ”Saya akan mencari uang sendiri untuk biaya sekolah. Yang terpenting, ibu dan bapak mengizinkan saya sekolah,” tegas Hadi waktu itu, yang kemudian dikabulkan oleh ibu dan bapaknya.
Dari segi finansial, memang, waktu itu, keluarga Hadi tergolong keluarga papa. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan saja, mereka masih kelepotan. Hampir setiap hari, yang menjadi menu utama mereka adalah nasih putih dan sepotong tempe atau ikan asin, ”kalau lauknya ikan asin, semuanya harus habis, hatta kepala dan tulang-tulangnya. Kalau tidak, ibu akan marah. Dibilang mubadzir” kenang Hadi.
Karena itu, nyaris masa kanak-kanaknya digunakan untuk membantu orang tua menyari kayu atau merumput di hutan. Setiap sepulang sekolah, dia langsung tancap gas untuk menunaikan tugas-tugas tersebut, tak peduli panasnya terik sinar matahari atau derasnya guyuran hujan. Jadi, bisa dibilang, sejak dini, Hadi telah terlatih untuk hidup mandiri. Sebab itu, senyum sumringah nampak di wajahnya, ketika orang tuanya mengabulkan permohonannya untuk melanjutkan studi, sekalipun harus berjuang sendiri.
Merantau
Tidak lama setelah itu, Hadi kecilpun mulai menyusun rencana. Dia putuskan untuk melanjutkan sekolah di salah satu sekolah Islam yang berlokasi di kota Surabaya. Padahal, daerah kelahirannya itu Lamongan. Jarak antar keduanya (Lamongan-Surabaya) ± 90 km.
Tidak berapa lama setibanya di kota pahlawan tersebut, Hadi langsung bergerak untuk mencari biaya hidup. Berbagai macam pekerjaan pernah dilakoni, salah satunya adalah sebagai sales roti. Jangan dibayangkan, dalam mengedarkan barang-barangnya, Hadi menggunakan sepedah motor, sehingga mempermudah jarak tempuh. Tidak sama sekali. Dia menggunakan sepedah pancal. Hampir setiap hari, Hadi harus menempuh berkilo-kilo meter perjalanan dengan mengayuh sepedah untuk menjajakan jualannya.
Selain tekun bekerja, ada kelebihan lain yang dimiliki Hadi. Dia mampu membaca peluang bisnis. Dan keistimewaan inilah yang kemudian hari, menyebabkannya menjadi orang sukses. Pernah suatu hari, kenangnya, dia menghadap kepala sekolah, untuk mengajukan diri menjadi fasilitator dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekolah/guru. –misal- pembuatan seragam guru. Bagai kejatuhan buah duren, sang-kepala sekolah pun mengabulkan. Dan dari sini, penghasilan Hadi mulai bertambah. Bahkan, meskipun tidak banyak, dia mampu mengirimi keluarganya uang, untuk belanja atau sebagai tambahan biaya sekolah adik-adiknya.
Siswa Berprestasi
Hadi bukanlah tipe anak yang hanya piawai dalam mencari ma’isyah (kehidupan). Dalam hal intelektualitas, dia juga tidak ketinggalan. Terbukti, hampir setiap semesteran, nilainya selalu yang terbaik, sehingga berhak mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah. Terang saja, kondisi demikian sedikit-banyak telah meringankan biaya hidupnya.
Selesai mengetaskan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Hadi langsung melanjutkan sutidanya (SMA) di almamater yang sama. Prestasi-prestasi akademis, terus dia peroleh, sehingga nyaris dia tidak pernah membayar uang sekolah.
Terakhir beasiswa dia dapatkan ketika dirinya dinyatakan lulus di salah satu Universitas Negeri ternama di kota yang sama, Surabaya. Hal ni diberikan pihak sekolah untuk jangka waktu satu semester kepadanya, sebagai bentuk apresiasi, karena Hadi merupakan alumnus pertama sekolah tersebut yang mampu lulus di universitas negeri,”sebelumnya tidak pernah ada yang lulus”, paparnya.
Ada kenangan yang tak terlupakan oleh Hadi, ketika dia dinyatakan lulus SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasis Baru) di universitas tersebut. Perasaan senang dan bingung, bahagia dan sedih bercampur aduk mengiringi kesuksesannya. Betapa tidak, sebagai calon mahasiswa, tentu dia bangga dengan kekeberhasilannya. Akan tetapi, di lain pihak, dia juga dibingungkan dengan biaya kuliah yang pastinya tidak sedikit.
Di tengah kekalutannya tersebut, Hadi memutuskan untuk berkonsultasi dengan pihak keluarga, terutama kepada sang-ayah dan ibu. Mendengar tuturan dari buah hatinya, air mata sang-ibu tak terbendung, membasahi kedua pipinya. Dengan suara agak tertahan oleh isakan tangis bahagia, perempuan tersebut menyerahkan sesuatu pada Hadi, ”Ini maskawin ibu. Ambillah untuk biaya kuliahmu,” tuturnya yang membuat Hadi agak merinding mendengarnya, yang kemudian juga mencucurkan air mata. Pada awalnya, pemberian tersebut ditolak oleh Hadi, namun, karena melihat begitu kerasnya keinginan bundanya tersebut, Hadipun mengambilnya sebagai bekal untuk kuliah.
Emas tersebut kemudia dijual oleh Hadi. Sebagian untuk biaya kuliah dan biaya hidupnya, sebagian lagi, untuk membuka bisnis warung kecil-kecilan. Setelah menyelesaikan studinya, yang memang fokus mengambil jurusan ekonomi, Hadi langsung terjun kelapangan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.
Bisnis di area pelabuhan adalah incarannya. Hal itu dipilih, karena dia yakin bahwa pelabuhan merupakan pusat dari kegiatan ekonomi, ”Di sinilah (pelabuhan), seluruh barang-barang ekspor/impor mangkal untuk pertama kali, sebelum diedarkan ke seluruh daerah/negara. Peluang ini yang saya tangkap”. terangnya menuturkan alasannya. Berkat keuletan Hadi, tak ayal, dari tahun ke tahun bisnisnya terus berkembang. Bahkan, kini Hadi telah menjadi salah satu milioder. Dia telah memiliki ratusan kayawan/karyawati. Bisnisnyapun telah melebar ke penyewaan villa, butik, apotik, dan lain-lain. Bahkan, relasi bisnisnya pun tidak lagi seputar Indonesia, namun, telah melebar ke beberapa negara, salah satunya adalah China.
Memang benar apa yang dikatakan pepatah Arab, “Man Jadda Wa Jada.” (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya).
InsyaLlah menjadi manfaat.
INDAHNYA TANGANMU IBU
" Hanya memberi, tak harap kembali
Baai sang surya menyinari dunia "
(AT.Mahmud)
Suasana Idul Fitri masih begitu terasa, meski telah berlalu seminggu kumandang syahdu takbir dari penjuru masjid-masjid di kota kecilku. Alhamdulillah lebaran ini begitu hangat terasa dengan berkumpul bersama keluarga tercinta. semua bersyukur memaknai indahnya kebersamaan di waktu bahagia ini.
Dan Di pagi mulia itu, ibuku sayang mengajakku menemaninya berbelanja ke pusat perbelanjaan, ingin membeli mukenah katanya, karena mukenah yang biasa dipakai untuk menemaninya bersujud shalat sudah mulai usang dan pudar warnanya.
Meski aku bukanlah orang yang sabar untuk berlama-lama tahan di pusat perbelanjaan,pasar, atau sejenisnya namun rasa itu menggerakkan hati ini untuk menemaninya, yaa menemani ibuku yang teramat ingin kubahagiakan.
Kami pun berangkat dan mengunjungi setiap toko yang menyediakan mukenah, lalu ibuku mencoba beberapa mukenah yang dipilih tetapi mengembalikannya kembali karena belum ada yang cocok. begitu katanya. Akupun mulai lelah dan ibu belum juga mendapatkan mukenah yang diinginkannya, Bukankah sama saja bu…?? Kan nantinya juga bisa dipakai untuk shalat, ujarku.. namun ibu hanya membalas pertanyaanku dengan senyumannya..yah..senyuman yang begitu menyejukkah hati.
Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, kulihat ibu kembali mencoba sebuah mukenah yang begitu cantik terlihat. Warna putih mukenah yang direnda lembut bersama dengan tali pengikatnya di bagian tepi leher, sungguh tak seperti biasa, dan dalam hati aku berguman semoga inilah akhir pencarian ini. Karena ketidaksabaranku, maka untuk pertama kali akupun mengikuti ibu masuk dan berdiri di depan cermin dalam ruang ganti untuk melihat ibu mencoba mukenah itu, aku melihat bagaimana ibu mencoba memakainya dan dengan susah paya mengikat talinya.
Ternyata pada pandanganku terlihat tangan ibu yang sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia susah melakukannya. Seketika keidaksabaranku berganti oleh rasa kasihan yang begitu mendalam. Akupun berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan airmata yang mengalir keluar tanpa kusadari. Aku begitu termenung dibuatnya. Lalu setelah mendapatkan ketenangan lagi akupun kembali menjumpai ibu yang sedang membayar di kasir karena jadi membeli mukenah tadi.
Mukenah itu begitu indah, dan perjalanan berbelanja kami berakhir, namun kejadian itu begitu terukir di dalam jiwaku dan tidak akan pernah dapat hilang dari ingatanku. Sepanjang sisa-sisa hari itu, fikiranku tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat dan memasang mukena putih itu. Kedua tangan yang penuh kasih sayang, yang pernah mebelai kepalaku dengan cinta, menyuapiku makan, memandikan tubuh kecilku dulu, memakaikan baju dan, terlebih dari itu semua, tangan itulah yang sering terangkat berdoa untk kebahagiaan dunia-akhirat anak-anaknya. Sekarang tangan itu pula yang telah menyentuh hatiku begitu lembut sehingga masuk dan membekas di dalam hati.
Senja menjelang, beberapa saat sebelum azan maghrib berkumandang dan sebelum kulangkahkan kaki menuju masjid, kuhampiri ibuku dikamarnya. Kuraih tangan itu, menciuminya dan kukatakan pada hatiku bahwa bagiku tangan itulah yang paling indah di dunia. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.. yang mengajarkan betapa mulianya kasih sayang seorang ibu. Sesaat, akupun membisikkan doa semoga suatu hari nanti tangan dan hatiku pun memiliki keindahannya tersendiri.
***
Baai sang surya menyinari dunia "
(AT.Mahmud)
Suasana Idul Fitri masih begitu terasa, meski telah berlalu seminggu kumandang syahdu takbir dari penjuru masjid-masjid di kota kecilku. Alhamdulillah lebaran ini begitu hangat terasa dengan berkumpul bersama keluarga tercinta. semua bersyukur memaknai indahnya kebersamaan di waktu bahagia ini.
Dan Di pagi mulia itu, ibuku sayang mengajakku menemaninya berbelanja ke pusat perbelanjaan, ingin membeli mukenah katanya, karena mukenah yang biasa dipakai untuk menemaninya bersujud shalat sudah mulai usang dan pudar warnanya.
Meski aku bukanlah orang yang sabar untuk berlama-lama tahan di pusat perbelanjaan,pasar, atau sejenisnya namun rasa itu menggerakkan hati ini untuk menemaninya, yaa menemani ibuku yang teramat ingin kubahagiakan.
Kami pun berangkat dan mengunjungi setiap toko yang menyediakan mukenah, lalu ibuku mencoba beberapa mukenah yang dipilih tetapi mengembalikannya kembali karena belum ada yang cocok. begitu katanya. Akupun mulai lelah dan ibu belum juga mendapatkan mukenah yang diinginkannya, Bukankah sama saja bu…?? Kan nantinya juga bisa dipakai untuk shalat, ujarku.. namun ibu hanya membalas pertanyaanku dengan senyumannya..yah..senyuman yang begitu menyejukkah hati.
Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, kulihat ibu kembali mencoba sebuah mukenah yang begitu cantik terlihat. Warna putih mukenah yang direnda lembut bersama dengan tali pengikatnya di bagian tepi leher, sungguh tak seperti biasa, dan dalam hati aku berguman semoga inilah akhir pencarian ini. Karena ketidaksabaranku, maka untuk pertama kali akupun mengikuti ibu masuk dan berdiri di depan cermin dalam ruang ganti untuk melihat ibu mencoba mukenah itu, aku melihat bagaimana ibu mencoba memakainya dan dengan susah paya mengikat talinya.
Ternyata pada pandanganku terlihat tangan ibu yang sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia susah melakukannya. Seketika keidaksabaranku berganti oleh rasa kasihan yang begitu mendalam. Akupun berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan airmata yang mengalir keluar tanpa kusadari. Aku begitu termenung dibuatnya. Lalu setelah mendapatkan ketenangan lagi akupun kembali menjumpai ibu yang sedang membayar di kasir karena jadi membeli mukenah tadi.
Mukenah itu begitu indah, dan perjalanan berbelanja kami berakhir, namun kejadian itu begitu terukir di dalam jiwaku dan tidak akan pernah dapat hilang dari ingatanku. Sepanjang sisa-sisa hari itu, fikiranku tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat dan memasang mukena putih itu. Kedua tangan yang penuh kasih sayang, yang pernah mebelai kepalaku dengan cinta, menyuapiku makan, memandikan tubuh kecilku dulu, memakaikan baju dan, terlebih dari itu semua, tangan itulah yang sering terangkat berdoa untk kebahagiaan dunia-akhirat anak-anaknya. Sekarang tangan itu pula yang telah menyentuh hatiku begitu lembut sehingga masuk dan membekas di dalam hati.
Senja menjelang, beberapa saat sebelum azan maghrib berkumandang dan sebelum kulangkahkan kaki menuju masjid, kuhampiri ibuku dikamarnya. Kuraih tangan itu, menciuminya dan kukatakan pada hatiku bahwa bagiku tangan itulah yang paling indah di dunia. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.. yang mengajarkan betapa mulianya kasih sayang seorang ibu. Sesaat, akupun membisikkan doa semoga suatu hari nanti tangan dan hatiku pun memiliki keindahannya tersendiri.
***
Langganan:
Postingan (Atom)