Selasa, 09 Juni 2009

Aa Sayang Mamah

Aku lahir dari perut ibu...


(bukan kata org...memang betulKAN.... ..)

* Bila dahaga, yang susukan aku....ibu
* Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
* Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
* Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
* Bila bangun tidur, aku cari....ibu
* Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
* Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
* Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
* Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
* Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
* Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
* Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
* Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
* Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
* Aku selalu teringatkan ....ibu
* Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
* Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
* Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
* Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
* Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
* Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
* Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu
* Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
* Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
* Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
* Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu
* Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
* Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
* Yang selalu memuji aku....ibu
* Yang selalu menasihati aku....ibu
* Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
* persetujuan. ....ibu


Aku ada pasangan hidup sendiri....

Bila senang, aku cari....pasanganku

Bila sedih, aku cari....ibu

Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku

Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu

Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku

Bila berduka, aku peluk erat....ibuku

Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku

Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu

Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku

Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"

Selalu.. aku ingat pasanganku

Selalu.. ibu ingat aku

Setiap saat... aku akan telepon pasanganku

Entah kapan... aku ingin telepon ibu

Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku

Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:

"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada
ibu?

tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun
cukuplah".

Berderai air mata jika kita mendengarnya. .......

Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...

IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....

Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....

Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....

Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....

Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... ..

Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis
ibunya....

Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....

dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya......

Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya. Upah membantu ibu:

1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-

2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-

3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-

4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-

5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-

6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-

Jumlah : Rp 17.000,-

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu
mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.

1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS

2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS

3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS

4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS

5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS


Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh
siibu. Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata,

"Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis "Telah
Dibayar Lunas" ditulisnya pada muka surat yang sama.

Minggu, 07 Juni 2009

BERBISNIS DENGAN KESENANGAN

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dalam sebuah seminar mengenai Word of Mouth yang dibawakan oleh mas Yoris Sebastian , beliau nyeletuk tentang temennya yang mendirikan sebuah distro khusus 'surfing'. Jadi semua kaos dan merchandise- nya bertemakan surfing, maksudnya bukan 'nge-browse' internet ya tapi beneran surfing alias selancar air. Dan itu memang karena hobby-nya surfing.

Yang menarik adalah bahwa mas Yoris menyebutnya sebagai istilah Happinomic. Maksud beliau adalah gabungan antara suatu pekerjaan atau usaha yang dijalankan berdasarkan hobby yang menyenangkan alias happy namun bernilai ekonomis.

Klo hanya sekedar hobby motor gede umpamanya, itu mah cuma ngabisin uang. Tapi klo sambil buka toko onderdil khusus toko moge, nah itu namanya Happinomic.

Banyak orang bilang salah satu latar belakang orang sukses memiliki usaha karena berangkat dari hobby. Namanya hobby maka ngejalaninnya selalu fun. Dan jika ada halangan atau kegagalan maka akan benar2 menganggapnya hanya sekedar maenan yang sedang diambil orang lain, ya beli lagi :).

Ngomong2 Fun, hal yang satu ini malah sudah dicanangkan sebagai salah satu nilai dalam komunitas TDA yaitu nilai kelima dengan penjabaran : menjaga keseimbangan hidup. Artinya memang TDA mengharapkan membernya yang menjalankan usaha harus tetap Fun. Menjaga kesimbangan bahwa hidup bukan hanya sekedar untuk bisnis.

Itulah sebabnya juga salam TDA adalah FUNtastic SuksesMulia !!!. Mau sukses dan mulia tapi jangan lupa untuk tetap fun hehe. Maunya.

Gimana donk klo usaha saya gak berangkat dari hobby. Ya jadikan atau anggap usaha kita sebagai hobby kita. Yang kadang memang butuh proses. Temukan hobby kita yang lain dalam usaha itu.

Hobby marketing ? hobby baca buku bisnis ? atau malah hobby menyenangkan orang lain hehe ... praktekkan aja. Bahkan yang hobby ngelamun aja (asal jangan ngelamun jorok !) bisa mendukung loh. Ya, umpamanya ngelamun tokonya bakal nambah jadi 20 cabang, minimal ini bisa jadi LOA pendukung haha.

Jadi balik lagi, must be fun. Tujuannya agar tercipta keseimbangan dalam hidup.

Pak Agus Ali biar punya seabrek bisnis tapi jangan harap bisa ngundang dia untuk hadir pada hari Sabtu atau Minggu pagi. Karena itu acaranya maen tennis yang gak bisa diganggu-gugat, bahkan oleh Presiden TDA sekalipun !. Pak Roni selau menyempatkan diri untuk hadir pada setiap pagelaran konser musik Jazz. Pak Hadi menemukan fun sekaligus ketenangan dan semangat ketika menelpon ibundanya.

Ada yang bermain bersama anaknya. Rutin bermain band macam pak Rawi. Ada yang melukis seperti pak Joseph. Tak lupa didalamnya termasuk isian rohani dan spiritualitas.

Semua untuk memenuhi kebutuhan otak kita. Semua itu pendukung aktifitas otak kanan, salah satu sisi otak yang secara dominan harus dimiliki seorang pengusaha.

Jadi apakah hobby kita ? Uenak tenan ya klo usaha kita termasuk Happinomic. Udah emang hobby, dapet duit lagi !.

Wassalam.

anda tidak perlu hebat untuk memulai
tapi anda harus memulai untuk menjadi hebat

Rabu, 20 Mei 2009

Yang Lebih Baik Dari Dunia Dan Seisinya

Pernahkah kita menyaksikan hal-hal baik yang ada di dunia? Alam yang indah, kandungan bumi yang melimpah, segala jenis harta kekayaan merupakan bagian dari hal-hal baik yang kita temukan di dunia. Sesuatu hal yang wajar jika kita sangat gembira jika memperoleh harta kekayaan, pangkat dan kedudukan di dunia ini. Kita rela bersusah payah untuk memperoleh itu semua, sebagian dari kita rela mempertaruhkan nyawa bahkan “menjual” imannya demi dunia.

Akan tetapi diluar itu semua masih ada yang lebih baik dari dunia dan seisinya. Sesuatu yang untuk mencapainya tidak memerlukan modal harta yang besar, tidak memerlukan waktu yang lama. Apakah itu? Sholat Sunnah sebelum Subuh..!

Dari Aisyah Radliallahu Anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua rakaat fajar (sholat sunnah sebelum Subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” [HR Muslim]

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah untuk mendirikan sholat sunnah sebelum Subuh.

Wallahu’alam bish showab

Selasa, 19 Mei 2009

Berkat RahmatNYa

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."

Beliau mengambil napas sejenak.
RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pembe ria n Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria , bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....


KEDAHSYATAN SEDEKAH

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.

Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.

Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.

Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."
Subhanallah. .

Rabu, 29 April 2009

Titip Ibuku ya Allah..

"Nak, bangun. udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja, "Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah. "Ibu sayang. ga usah repot-repot Bu, aku dan adikku udah dewasa" pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca. Orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ... tapi entahlah..

Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,"Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? "Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata, "Tiba- tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri "Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, " Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagai mana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kalibinar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua. "Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, "Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun.

Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi. Ah, maafkan kami Ibu . 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah? " Nak. bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. "Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan," Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu.". Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu,Ibu. ..Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu. Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat " aku sayang padamu. ", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita. Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua'lam

"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil.

Titip Ibuku ya Allah..


cerita ini sy dapet dari mail tetangga sebelah.. aNNa, makasih ya! ceritanya begitu terharu sekaligus menginspirasi Rie buat lebih baik lagi.... untuk ibu kita...

Selasa, 07 April 2009

PELAJARAN BERHARGA

. Pelajaran Penting ke-1
>
> Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor
> memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua
> kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai
> pada
> soal yang terakhir.
>
> Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita
> menjadi petugas pembersih sekolah ?.
>
> Saya yakin soal ini cuma 'bercanda'. Saya sering
> melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar 50-an,
> tapi
> bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian
> saya,
> tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai,
> seorang
> rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan
> 'dihitung' atau tidak.
>
> 'Tentu Saja Dihitung !!' kata si Profesor.
>
> 'Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak
> orang. Semuanya penting!.
>
> Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma
> dengan sepotong senyuman, atau sekilas 'hallo'!
>
> Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa
> nama depan ibu pembersih sekolah adalah 'Dorothy'.
>
>
> 2. Pelajaran Penting ke-2 Penumpang yang Kehujanan
>
> Malam itu , pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita
> negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama .
>
> Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras,
> yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan
> perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
>
> Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap
> mobil yang lewat.
> Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia
> berhenti untuk menolong ibu ini.
>
>
>
> Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis
> tahun 1960-an, yaitu pada saat itu.
>
> Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga
> suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini
> taksi.
>
> Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya
> tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih
> pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini
> diketuk Seseorang.
>
> Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah
> televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya.
>
> Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : 'Terima
> kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan
> tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku.
>
> Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena
> pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang
> sekarat...hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan
> tidak mementingkan dirimu pada saat itu' Tertanda Ny.Nat King Cole.
>
> Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn.
> 60-an di USA
>
>
> 3. Pelajaran penting ke-3 :Selalulah perhatikan dan ingat,
> pada semua yang anda layani.

>
> Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah,
> seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan
> duduk di meja.
>
> Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air
> putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya 'Berapa ya,... harga satu
> ice cream sundae?'
>
> katanya. '50 sen...' balas si pelayan. Si anak
> kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin
> di
> kantongnya.. ..
>
> 'Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?'
> katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain
> sudah mulai
> banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. '35 sen' kata si pelayan
> sambil
> uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin
> yang tadi dikantongnya. 'Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja
> ya...'ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream
> tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos
> berjalan.
>
>>Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.
>
> Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan
> meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu.
>
> Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 4
> buah koin 10-sen dan 10 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat... anak kecil ini
> tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk
> memberi
> sang pelayan uang tip yang 'layak'..... .
>
>
> 4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita
>
> Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang
> menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut
> kemudian
> bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari
> jalan.
>
> Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba
> ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang
> datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan
> dari
> rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan
> menyingkirkan batu itu.
>
> Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak
> sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan
> dahulu , dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan.
>
> Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia
> berhasil menyingkirkan batu besar itu.
>
> Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya,
> ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan
> surat
> Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau
> menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
>
> Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak
> pernah bisa mengerti.
>
> Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan
> yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.
>
>
> 5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.
>

> Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang
> bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil
> yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat
> jarang.
>
> Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria
> kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang
> sama.
> Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu..
> Dokter
> kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak
> kecil
> ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak
> perempuannya.
>
> Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum
> mengambil nafas panjang dan berkata 'Baiklah... Saya akan melakukan hal
> tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku'. Mengikuti proses
> tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya.
> Wajah
> sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya
> menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang
> bergetar...katanya 'Apakah saya akan langsung mati dokter...?'Rupanya si
> kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus
> menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
>
>
>
> Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya... .
>
>
> * Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang,
>
> * Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,
>
> * Menari & nyanyilah seolah tidak ada yang nonton.
>
>
>
> ... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT
> INDAHNYA BINTANG...
>