Rabu, 18 Februari 2009

BAGIAN PENTING TUBUHMU

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia,
jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi ternyata itu bukan jawabannya.

"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakannnya lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi.
Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.
Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun,
anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis.
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku
ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir bahwa ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku,
"Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup"," kata Ibu.
"Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat
pelajaran yang sangat penting," lanjutnya.

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting
adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku
cuma berharap kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya. "

Akhirnya aku tahu bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Mereka pun akan melupakan apa yang kamu lakukan.
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka BERARTI.

Minggu, 04 Januari 2009

Tahun Baru Diatas Tangis Palestina


Baru kali ini diri merasakan tahun baru di Swedia. Pukul 22.00 kami beranjak menuju pusat kota di Goteborg, kota terbesar kedua setelah ibukota Swedia, Stockholm. Dinginnya malam, dengan suhu -2 C tak urung mengerdilkan nyali warga untuk menghabiskan malam tahun baru dengan berpesta dan berkumpul.

Sempat hati tak ingin ikut menikmati malam pergantian tahun ini, tapi momen ini menjadi hikmah tersendiri untuk mengukur nikmat Allah kepada hambaNya. Malam itu dipenuhi pesta dan hura-hura. Diskotik, pub, club, dan sarana hiburan lainnya ramai pengunjung bahkan hingga antrian panjang memenuhi lorong-lorong di pusat keramaian. Di jalan-jalan ratusan pemuda pemudi bermabuk ria. Miras yang dibeli sejak sore, dihabiskan untuk malam tahun baru, padahal dari sisi harganya sangat mahal karena kebijakan pajak tinggi untuk miras dari pemerintah Swedia.

Berbagai hiburan ditawarkan, pesta khusus pun direncanakan. Detik-detik pergantian tahun selalu diiringi letusan dan kemilau kembang api. Dari segenap penjuru kota Gotenborg penuh dihiasi cahaya warna warni tanda tahun sudah berganti. Entah, berapa uang yang keluar pada malam ini. Andai 1 set kembang api dengan harga 100 SEK (1 SEK sekitar Rp.1400) untuk ukuran standar, berapa yang terbuang pada malam itu. Ditambah berkaleng-kaleng minuman keras dihamburkan, hanya untuk pesta pergantian tahun 2008 menuju 2009.

Pikiranku melayang, membayangkan kondisi di salah satu negeri yang saat itu mengalami hal yang sebaliknya. Negeri para nabi digempur dari darat, laut, dan udara. Dentuman keras bukan suara kembang api, tapi bom asli. Kilauan cahaya bukan warna-warni kembang api, tapi kilauan bom dari pesawat tempur dan tank tempur. Disaat manusia berpesta pora, mereka di blokade dari berbagai sisi bahkan negara tetangga bersekongkol menutup perbatasan sebagai jalur bantuan. Disaat uang dan makanan dihambur-hamburkan pada malam ini, mereka tak berdaya hingga rumah sakit kehabisan stok obat, anak-anak dan keluarga kelaparan.

Sungguh tak adil. Orang yang menyerang dianggap pahlawan, orang yang bertahan dianggap teroris. Persekongkolan busuk yang nyata didepan mata. Sekitar 400 syahid dipanggil Allah, beberapa keluarga musnah tanpa generasi, bangunan porak poranda, bahkan rumah Allah pun diluluh lantakkan dengan berbagai dalih. Tangisan duka menyelimuti ibu-ibu yang kehilangan anaknya, tangisan luka menghiasi tiap jengkal tanah Gaza. Kekecaman ini kian menunjukkan arogansi umat yang terlaknat, umat yang selalu membuat ulah disaat Allah mengirimkan nabi dan rasul pilihan.

Darah dan air mata dari pelosok Gaza. Tangis dan luka itu takkan menyurutkan perjuangan merebut hak rakyat Palestina. Sekecil apapun bantuan kita, baik doa dan finansial. Semoga Allah memberi balasan yang setimpal dan memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Untuk saudaraku di Gaza, Allahlah tujuan akhir kita.

Jumat, 26 Desember 2008

SELAMAT HARI IBU

SELAMAT HARI IBU.....!!!!


Mumpung Ibu Masih ada, cobalah perhatikan wajahnya saat BELIAU tidur, saat matanya terpejam kamu tatap wajahnya itu 5 menit saja, kamu akan tahu bagaimana rasanya nanti bila wajah itu sudah tak ada di situ...

LAKUKAN APAPUN YANG BISA KAU LAKUKAN UNTUKNYA!!

LAKUKAN SEKARANG ! bukan besok atau 5 menit lg karena mungkin begitu kamu berkedip, dia akan pergi dan tak kembali...
Kalau ibu yang kamu cintai sudah terlanjur tak ada, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada ALLOH SWT

Luv U MOM . . .IN A STORY


Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkan secarik kertas yang bertuliskan sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000
2) Menjaga adik: Rp20.000
3) Membuang sampah: Rp5.000
4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000
5) Menyiram bunga: Rp15.000
6) Menyapu halaman: Rp15.000
Jumlah: Rp 85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama:
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu: GRATIS
4) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu: GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

Si anak menatap wajah ibu dengan mata berlinang, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".

Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya:
"Telah Dibayar"
Jika kamu menyayangi ibumu, "FORWARD" lah e-mail ini kepada sahabat-sahabatmu.
1 orang :Kamu tidak sayang ibumu
2-4 orang :Kamu sayang ibumu
5-9 orang :Bagus! Ternyata Kamu Sayang juga Kepada Ibumu
10/lebih : Waahhhh....Kamu akan disayangi Ibumu dan juga semua orang...

APAKAH KAMU MENYAYANGI IBUMU????
APA YANG TELAH KAMU BERIKAN UNTUK UNTUK IBUMU????
SUDAHKAH KAMU MEMBALAS APA YANG TELAH IA BERIKAN KEPADAMU SELAMA INI???

" Mother is the best super hero in the world… "

Sabtu, 13 Desember 2008

BEKERJA KERAS DAN CERDAS

BEKERJA CERDAS DAN IKHLAS

Setiap pribadi muslim wajib bekerja dan berupaya meraih prestasi yang terbaik dalam kehidupannya :
“Katakanlah,’Hai kaumku, bekerjalah engkau menurut kemampuanmu masing-masing, Sesungguhnya aku akan bekerja ( pula ), kelak engkau akan mengetahui apa hasil amalmu” TQS. Az-Zumar : 39

Rosululloh Bersabda :
“Tiada seorangpun yang makan makanan yang lebih baik daripada makan yang diperoleh dari hasil keringatnya sendiri “Alloh itu cinta kepada seorang mikmin yang bekerja”
HR.At-thabrani & Baihaqi

PEBISNIS SUKSES

NIAT MAU SERIUS
Nawaitu itu penting, demi kejelasan kerja kita agar terukur dan transparan
PANTANG MUNDUR
Diatas kesulitan itu ada kemudahan
RAJIN PROMOSI
JELI TERHADAP SAINGAN
PERHATIKAN KONSUMEN
JUJUR
PERLUAS HUBUNGAN/RELASI
TERUS BELAJAR
Jangan keburu berbangga diri, jangan mudah berpuas diri
TERUSLAH KERJA KERAS

SUKSES
Saya Ulet Karena Saya Enggan Sengsara


“Barangsiapa yang menjadikan AKHIRAT sebagai harapannya, maka Alloh akan memberikan kepuasan dalam hatinya . . .menghimpun segala impiannya, dan dunia pun akan mendatanginya dengan merunduk.
Barangsiapa yang menjadikan DUNIA sebagai cita-citanya, maka Alloh akan menjadikan kemiskinan didepan matanya, membuyarkan segala impiannya dan duniapun tak akan mendatanginya melainkan apa yang telah ditentukan baginya”
HR.Turmudzi

Kamis, 11 Desember 2008

Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden

Semoga Alloh mengaruniakan Indonesia pemimpin-pemimpin tauladan seperti Rosul kita tercinta Muhammad SAW . . .Ameen

Selasa, 09 Desember 2008

Siang ini saya membuka HP yang telah semalam dan pagi tadi tidak kusentuh. Ada 1 Missed Call yang masuk,dan itu adalah nomor pimpinan kantor dimana saya bekerja. Karuan saja,saya salah tingkah dan merasa bersalah karena tidak menjawab panggilan teleponnya. Segera saja saya balik SMS untuk mengetahui hal apa yang dikehendakinya.
Sehabis maghrib,saya termenung. Jika saja, panggilan seorang pimpinan,yang notabene adalah manusia juga, bisa membuat saya salah tingkah dan merasa bersalah karena mengabaikannya. Bagaimana jika yang memanggil itu adalah ALLAH, Tuhan seru sekalian Alam? Seringkali saya merasa cuek,dan tidak menyegerakannya. Ada saja alasan saya untuk tidak segera menyahut panggilanNya. Dan detik itulah saya tersadar betapa hinanya diriku.

Selamat Iedul Qurban, semoga diberi keleluasaan untuk terus berbagi.