Jumat, 22 Agustus 2008

Jangan Ganggu Niat Kita

Suatu hari aq pernah mengalami hal yang menurutku sangat menarik. Aku dirumah diamanahi kotak infaq yang disiapkan untuk pengembangan salah satu lembaga dakwah. Tempo hari, aq disuruh mama mertua utk ke rumah saudara.Kulihat bensin motor dah menipis, karena memang belum kuisi, maklum akhir bulan. Kucari sisa uang yang bisa kugunakan untuk membeli bensin barang 1 liter saja. malu kalau pinjam mertua...
kucari kesana kemari, ga ada. Kepikir untuk pakai mobil saja, namun urung karena kurang nyaman naik mobil di malam hari. Pandanganku terantuk pada kotak infaq. Aq berkata pada diriku sendiri, "Pinjam dulu dr kotak infaq ah".dan kuambil beberapa lembar ribuan untuk membeli bensin.

segera kuambil jaket, helm untuk bergegas menuju rumah saudara. Tak dinyana, motorku mogok di depan rumah. kucoba starter berkali-kali, tetep saja tidak berhasil. Astaghfirullah, baru kusadari. Mungkin ini adalah petunjuk Allah untuk tidak menggunakan uang yang sudah kuniatkan untuk berinfaq. Segera saja kumasukkan motor kembali dan kugunakan mobil untuk pergi ke rumah saudara.

Terima kasih ya Allah sudah menjagaku dan mengajariku. //danang/ /

Kamis, 07 Agustus 2008

BERGERAK . . . .

Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang
bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).

Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya,
ChaNge Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan
Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di
tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya
tawarkan uang itu. Silahkan, siapa yang mau boleh ambil, ujar Saya.
Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil
menjulurkan uang Rp 100.000.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima.
Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih
serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik
badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya.
Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak.
Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk.
Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi
ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat
seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu
kembali ke kursinya. Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang
sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya
berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan
uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, Silahkan ambil, silahkan ambil. Ia menatap
wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens
tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat
Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan
kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang
lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan! Saya mengatakan, “Tidak
usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya
Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak
bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah
kesempatan? Merekapun menjawab dengan berbagai alasan:

Saya pikir Bapak cuma main-main ............
Nanti uangnya toh diambil lagi.
Malu-maluin aja.
Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!
Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu .....
Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya. ...
Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas.....
Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang....... ..
Saya, kan duduk jauh di belakang...
dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka
sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian
opportunity (kesempatan) , tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi
begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup
kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang
dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu
senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang
sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah
sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia
berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang
paling waras. Ia bisa menilai gila nya orang di sana satu persatu dan
berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah.
Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes.
Gila aja....ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus
Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit...... Lantas, apa
yang kamu maksud sakit?

orang sakit (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan
Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu
mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari
ke hari....., katanya penuh semangat. Saya pun mengangguk-angguk.

Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan
sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama.
Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan
perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita
semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong
kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-
orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak
banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan
seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali
bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang
menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-
pemimpinnya hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif.

Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-
orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif,
bergerak, memulai, dan seterusnya.

Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just
do it!

Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-
orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam
rapat dan cuma membuat peraturan saja.

Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar
struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia
yang aktif, berinisiatif dan berani maju.

Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack
Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang
membedakan antara winners dengan losers adalah :

Winners take action they simply get up and do what has to be done

Selamat bergerak!

Oleh: Rhenald Kasali

Rabu, 18 Juni 2008

GERAKAN WAKAF


GERAKAN WAKAF
SSG DAARUT TAUHIID

EMPAT AMAL YANG TIDAK TERPUTUS
“ADA EMPAT PAHALA YANG TERUS MENGALIR SETELAH PELAKUNYA MENINGGAL DUNIA : YAKNI :

ORANG YANG MENINGGAL SELAGI IA SEDANG GIAT-GIATNYA BERJUANG DI JALAN ALLOH
ORANG YANG MENGAJARKAN ILMU, ILMUNYA ITU SENANTIASA MENGALIRKAN PAHALA BAGINYA
ORANG YANG MEMBERIKAN SHODAQOH JARIYAH ( KEKAL ) MAKA PAHALANYA AKAN MENGALIR UNTUKNYA DIMANA SAJA SHODAQOH ITU BERADA.
ORANG YANG MENINGGALKAN ANAK YANG SHOLEH-SHOLEHAH (BERAKHLAK BAIK), dan SELALU MENDOAKAN ORANG TUANYA UNTUK KEBAHAGIAAN DI DUNIA DAN AKHIRAT.
( HR.BUKHORI & MUSLIM )

BILA SAUDARA MEMPUNYAI

- BUKU – MAJALAH – KOMIK – NOVEL – CERPEN – KASET –VCD, CD, DVD ( ISLAMI ) – IPTEK – PELAJARAN SEKOLAH – KOMPUTER DLL

BARU OR BEKAS – BANYAK DAN SEDIKIT

INGIN BERMANFAAT LEBIH BAIK
SILAHKAN SAHABAT WAKAFKAN MELALUI RUMAH KITA SSG (SANTRI SIAP GUNA) DAARUT TAUHIID, INSYA ALLOH WAKAF BAPAK, IBU DAN SAHABAT SEKALIAN AKAN MENJADI ILMU DAN AMAL JARIYAH YANG KEKAL.

KIRIMKAN WAKAF SAHABAT KE:
NEW RUMAH KITA , JLN.INDRAYASA SINGGAASANA PRADANA ( MASJID AL FIRDAUS )BANDUNG 40227
SSG-DT WILAYAH TEGALLEGA
TLP/SMS : 022.91520748, 022.76738148 / 085222669984
toobe_alghifari@yahoo.com
www.santrisiapguna.blogspot.com

SILAHKAN KIRIMKAN DONASI ANDA KE REKENING PRODUKTIF SSG-DT:
Shar-E Muamalat No.Rek.901 9279799
a.n Tubagus Andriana Pramudia QQ SSG-DT
Laporan Di Buletin PELITA SSG-DT

KAMI SIAP MENJEMPUT KE RUMAH SAHABAT
MEMPERSIAPKAN GENERASI MEMBACA, MENONTON DAN MENDENGARKAN ISLAMI NAN BERMANFAAT

Selasa, 17 Juni 2008

Perkenankan Aku Mencintaimu Semampuku

perkenankan aku mencintaimu semampuku
Tuhanku,Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.
Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari, untai demi untai kata para ustadz kuresapi.Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat, tentang muhabbah orang shalih, tentang kerinduan para syuhada. Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam, kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.
Tapi Rabbi…Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu, tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu, aku makin merasakan gelisahku memadai dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang. Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.
Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku….Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku. Dengan segala kelemahanku.
Ilaahi aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa. Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu, atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.
Rabbii,aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarganya. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad. Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.
Ijinkan aku mencintai-Mu, melalui 100-500 perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan yang terkirim ke handai taulan.
Illahi,aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu, hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu, dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
Rabbii,aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih atau bagai para al hafidz dan hafidzah yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintai-Mu, melalui satu - dua rakaat sholat lailku, atau sekedar sunnah nafilahku, selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim,aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu. Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu, dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim,aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya, ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, membawa mereka pada nikmatnya hidayah dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan. Dengan mencintai sahabat-sahabatku, mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

HANYA SATU PINTAKU

Hanya satu pintaku : Ku ingin Kembali Pada-MU
Bila merenung hakikat kejadian..Hatiku mula terasa kesepian..Andainya daku tiada amalan..Sudahlah tidak berteman..Matiku pula penuh kerugian..Menjentik sekilas keinsafan..Kerana kurniaan-Mu penuh kenikmatan..Yang Engkau kurniakan diriku seorang teman..Membantuku menunjuk jalan..Jika daku tanpa penglihatan..Bisakah daku berjalan..Di muka bumi-Mu ini oh Tuhan..Merenung hakikat kejadian...Melihat segala keindahan..Tanpa pendengaran..Bisakah kudengar laungan azan..Bemerdukan alunan Al-Quran..Untuk memuji-Mu Tuhan..Tanpa akal yang memandu pemikiran..Mampukah diri ini mengenal-Mu Tuhan..Merenung hakikat kejadian...Menjalankan amanah yang Engkau berikan..Yang masih lagi tersisa di badan..Mentadbir alam dengan panduan..Al-Quran dan sunnah Nabi ikutan..Tanpa keduanya kaki tak mampu memandu perjalanan..Akan terbataslah segala pergerakan..Tanpa tangan yang engkau kurniakan..Mampukah aku menadah tangan..Memohon agar segala dosa diampunkan..Namun....Mengapa diriku terlalu sukar untuk menyatakan kesyukuran..Mengapa terlalu payah melahirkan ketaatan..Sedangkan diriku ini hanya pinjaman..Sampai masanya pasti dikembalikan..Oh Tuhan..Diri ini amat memerlukan..Bantuan dan pertolongan..Seringkali jiwa ini memohon pengampunan..Harapnya Kau ampunkan..Namun....Kekadang nafsu selalu memukau pandangan..Keseronokan dunia seakan melalaikan..Seakan terlupa hakikat kejadian..Inilah rintihan..Rintihan suara seorang insan..Insan yang kerdil di sisi-Mu Tuhan..Ampunkan aku...Yang sering leka terhadap suruhan-Mu..Maafkan aku...Yang jarang mengungkap syukur pada-Mu..Yang kupinta hanya satu..Kuingin kembali pada-Mu..Dengan hati sesuci salju..Dengan keimanan melitupi kalbu..Perkenankanlah Wahai Tuhanku..Nukilan rasa :(anjang)

Senin, 02 Juni 2008

Cinta-MU

Tinta mengukir kalam semoga qt menjadi hamba kecintaan Rafi'ul A'la.

Berkata Ibnu Abbas r.a bahwasannya Rasulullah Saw telah bersabda:

'ALLAH telah berfirman:

"Berkata Daud tatkala dia berkata-kata kepada Tuhannya: Ya Ilahi! Siapakah diantara hamba2-MU yg paling ENGKAU cintai, supaya aku mencintainya dgn sebab cinta-MU itu?

Berfirman ALLAH : Wahai Daud! Orang yg paling KU-cintai diantara hamba2-KU ialah yg bertaqwa hatinya, suci kedua belah tangannya, tidak menyusahkan orang lain & tidak membuat fitnah kesana kemari, gunung2 akan berubah namun dia tetap begitu juga, dia mencintai-KU serta menarik hamba2-KU untuk mencintai-KU.

Berkata Daud : Ya Ilahi! Sesungguhnya ENGKAU mangetahui bahwasannya aku ini mencintai-MU & mencintai orang yg mencintai-MU, tetapi bagaimana dapat aku menarik hamba2-MU untuk mencintai-MU.

Berfirman ALLAH : Ingatkanlah mereka kepada segala macam nikmat-KU, segala macam ujian-KU & segala macam siksa-KU.

"Wahai Daud! Sesungguhnya tiada seorang hamba yg menolong orang yg teraniaya / berusaha untuk melepaskannya dari penganiayaannya, melainkan ALLAH akan menetapkan kedua-dua tapak kakinya pada hari semua tapak kaki akan tergelincir."

( Riwayat Baihaqi & Ibnu Asakir )

Ya ALLAH ...

Curahkanlah hidayah-MU...

agar kami semua senantiasa istiqomah dijalan kebenaran-MU.

Limpahkanlah kami 'inayah untuk dapat memelihara diri, keluarga & ummat-MU.

Kuatkanlah kami untuk menjaga, membela & menegakkan Kalimat-MU dimuka bumi ini.

Amiin Ya RABB

Salam Ukhuwah Fillah